Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

RI dan Selandia Baru Kejar Target Perdagangan Bilateral US$ 3 Miliar

RO/MIOL
07/7/2017 07:32
RI dan Selandia Baru Kejar Target Perdagangan Bilateral US$ 3 Miliar
(Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya (kiri), bertemu dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Hon Todd McClay (kanan), di kantornya di Wellington, Rabu (5/7). -- Istimewa)

NILAI perdagangan bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru dalam lima tahun terakhir ini relatif masih kecil sekitar US$ 1,2 miliar. Untuk itu, kedua negara menargetkan dan berkomitmen akan menggenjot nilai perdagangan dua kali lipat lebih, hingga mencapai US$3 miliar pada 2024.

Untuk merealisasikan target tersebut, Indonesia dan Selandia Baru perlu segera rumuskan langkah-langkah terencana untuk mengoptimalkan peluang yang ada. Hubungan dagang yang komplementer perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hal ini mengingat sebagian besar produk ekspor kedua negara tidak saling bersaing.

Hal ini ditegaskan Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, pada pertemuan dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Hon Todd McClay, di kantornya di Wellington, Rabu lalu. "Kita perlu memberikan perhatian lebih untuk mencari jalan mencapai target yang telah ditetapkan pemimpin kedua negara." ajak Dubes Tantowi kepada Menteri Todd McClay.

Sepakat dengan Dubes Tantowi, Menteri Todd McClay menyatakan komitmennya untuk segera mendorong pejabat terkait di kementerian yang dipimpinnya agar menyusun langkah-langkah yang dapat mendukung pencapaian tersebut.

Selama ini Selandia Baru menjadi pemasok utama produk susu dan daging bagi Indonesia. Namun untuk produk daging, tahun lalu digeser oleh India. Ekspor Indonesia ke Selandia Baru antara lain produk pakan ternak, produk kayu, ban karet, kertas tisu, produk tekstil dan sepatu.

Menurut Dubes Tantowi, salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan nilai ekspor adalah dengan lebih mendorong ekspor produk-produk bernilai tinggi. Hal ini yang sedang diupayakan dengan melakukan penjajakan peluang ekspor termasuk kendaraan beroda empat, peralatan mesin pertanian, bahan bangunan, pupuk serta furnitur.

Selain dengan Menteri Perdagangan, sehari sebelumnya Dubes Tantowi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Industri Primer yang membawahi pertanian, perikanan, perternakan, kehutanan dan makanan olahan, Nathan Guy, yang kementeriannya juga memiliki peran penting dalam kebijakan akses pasar Selandia Baru.

Inisiatif dan kerja sama perdagangan antara kedua negara mulai mempelihatkan hasilnya. Produk unggulan Indonesia lain yang juga didorong ekspornya ke Selandia Baru adalah produk buah-buahan tropis. Belum lama ini Selandia Baru telah mengeluarkan ketentuan impor buah Salak yang akan membuka akses bagi ekspor buah salak Indonesia.

Sebelumnya buah manggis Indonesia juga telah masuk ke pasar Selandia Baru. Kepada kedua Menteri tersebut Dubes Tantowi juga menyampaikan harapan agar buah mangga Indonesia dapat segera memperoleh peluang masuk ke Selandia Baru.

Selain membahas hubungan ekspor dan impor, pada pertemuan dengan Menteri Nathan Guy, secara khusus Dubes Tantowi Yahya juga mengajak Selandia Baru untuk terlibat dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Biak Numfor, Provinsi Papua.

“Pembangunan SKPT Biak merupakan peluang baik bagi Pemerintah Selandia Baru maupun pihak swasta untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara” jelas Dubes Tantowi.

Beberapa peluang yang dapat dikerjasamakan antara Indonesia dan Selandia Baru antara lain pembangunan penyimpanan ikan berpendingin, tempat penampungan dan penanganan ikan hidup, tempat pengolahan ikan serta pendukung sistem rantai dingin, serta pengembangan ekonomi masyarakat melalui program inkubator bisnis.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik