Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
NASIB lisensi 7-Eleven masih belum jelas setelah minimarket dengan konsep cafe dan tempat nongkrong itu gulung tikar yang ditandai dengan penutupan seluruh gerainya di Jakarta.
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari PT Modern Internasional selaku pemegang lisensi 7-Eleven. Namun, untuk lisensi masih belum jelas nasibnya.
Samsul menyampaikan, bisa saja lisensi 7-Eleven masih di tangan MDRN kode emiten untuk Modern Internasional atau berpindah ke perusahaan lain. Kalau untuk ke MDRN masih bisa karena belum ada kata 'putus' dari pihak 7-Eleven Pusat.
"Kalau lisensinya dikembalikan karena kan sudah langsung di-terminate (diputus)," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/7). Samsul menjelaskan, juga belum ada kepastian lagi setelah mampirnya tawaran PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) untuk ambil alih 7-Eleven. Padahal saat itu proses jual beli sudah sampai tahap transaksi material.
"Sama CPIN, mereka sudah sampai transaksi material ya tapi mereka enggak cerita yang lain lagi dan CPIN juga transaksinya enggak jadi. Kayak orang mau kawin aja bisa enggak jadi," katanya.
Setelah semua gerai 7-Eleven tutup alias bangkrut, MDRN belum menemukan bisnis lain sebagai pengganti. Perusahaan masih menjalankan usaha yang sebelumnya ada selain 7-Eleven.
Samsul Hidayat menyatakan, kemungkinan perusahaan membuka bisnis baru untuk menggantikan 7-Eleven tetap ada. Cuma, itu diperkirakan tidak akan disampaikan sekarang.
"Dia belum ada rencana yang lain ya artinya kalau rencana bisnis baru nanti mungkin ada cuma kan mereka enggak bisa sebutkan sekarang. Enggak tau deh tuh gimana, yang pasti bisnisnya mereka bukan hanya ini, ada yang lain lah. (7-Eleven) selama ini memberatkan perusahaan, mereka akan balikan ke bisnis utamanya lagi," ujarnya.
Sementara, Samsul menyampaikan, lisensi 7-Eleven Indonesia juga diperkirakan akan lepas dari tangan MDRN. Sebab, itu yang biasanya terjadi ketika bisnis tersebut bangkrut.
"Ya masih masih lama kan kontrak lisensinya, kita enggak tahu perjanjian mereka sama pemilik franchise-nya, ya mungkin perjanjian mereka kalau misalnya tokonya tutup ya di-terminate (diputuskan) cepat, ya diputusin," katanya.
Samsul pun menyerahkan penyampaian informasi 7-Eleven bangkrut beserta lisensinya ke MDRN. Perusahaan sendiri juga akan menjelaskannya ke publik pekan depan.
"Ya mereka jelasin usaha perusahaan, nanti mereka mau public expose pekan depan. Dia ngomong tadi ya dia mau public expose secepatnya, di situ saja tanyain," pungkasnya.
Sementara Direktur Modern Internasional Donny Sutanto tidak terlalu banyak komentar terkait bangkrutnya 7-Eleven. "Nanti kami kasih tahu pasti. Masalah keterbukaan informasi doang yang kami kirimkan. Nanti akan comment pada waktunya kami akan panggil," kata Donny singkat.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved