Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Stabilnya Harga Pangan Dorong Ekspektasi Investor

Gabriela Jessica Restiana Sihite
05/7/2017 11:54
Stabilnya Harga Pangan Dorong Ekspektasi Investor
(ANTARA)

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengapresiasi dampak positif dari kinerja tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dibentuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dan Kapolri, sepanjang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1438 H lalu.

Kestabilan harga jual dan pasokan sejumlah komoditas pangan selama ini dinilai mampu menumbuhkan kepercayaan investor yang tercermin pada penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi awal perdagangan pasca libur Lebaran.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan pembentukan Satgas Pangan membuahkan hasil yang positif. Harga jual dan pasokan komoditas pangan pada puasa dan Lebaran tahun ini merupakan yang paling stabil sepanjang sepuluh tahun terakhir.

"Pengawasan tim Satgas Pangan Polri, Kemendag dan Kementan membuat pasokan pangan stabil, dan berdampak pada harga yang stabil bahkan cenderung turun. Sehingga, inflasi pada Juni 2017 sekitar 0,69% penyumbang utamanya bukan lagi komoditas pangan, tetapi angkutan udara. Hal ini mendorong ekspektasi positif para investor, mampu menguatkan IHSG hingga mencapai rekor 5.910 point," ujar Syarkawi dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (5/7).

Terdapat empat komoditas pangan yang menjadi sorotan KPPU dan Satgas Pangan selama Ramadan lalu, yakni daging sapi, gula, minyak goreng, dan bawang putih. Satgas Pangan Polri bersama KPPU, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Perum Bulog beberapa kali menyidak sejumlah pasar dan rumah pemotongan hewan (RPH) di kota-kota besar guna memantau perkembangan pasokan dan harga.

Menurut Syarkawi, koordinasi lintas kementerian/lembaga tersebut mempersempit ruang gerak para spekulan yang selama ini berperan memainkan harga jual. Karena itu, pasokan pangan hingga Lebaran tahun ini dinilai cukup lancar dan membuat harga jual terkendali.

Sebagai contoh, paparnya, pada tahun-tahun sebelumnya, harga daging sapi segar bisa mencapai hingga Rp150 ribu per kilogram (kg). Namun, pada Lebaran tahun ini harganya stabil di kisaran Rp120 ribu per kg. Sementara itu, harga daging sapi beku tetap stabil Rp80 ribu per kg sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Kemendag.

Syarkawi menjelaskan harga gula di pasar-pasar ritel juga masih stabil sesuai HET senilai Rp12.500 per kg. Padahal, di tahun lalu harganya sempat menyentuh Rp18.000 per kg. Begitu juga harga minyak goreng yang tetap sesuai HET senilai Rp11.000 per liter di ritel modern atau Rp10.000 per liter di pasar tradisional untuk minyak kemasan sederhana, sedangkan tahun lalu naik hingga Rp23.000 per kg.

"Harga bawang putih juga mengalami penurunan, kecuali jenis cutting yang memang harganya mahal karena kualitasnya paling baik, sejak diimpor dari Tiongkok, harganya sudah mahal," kata dia.

Stabilnya harga-harga komoditas pangan tersebut pun dianggap telah berdampak pada penurunan laju inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2017 sebesar 0,69% dengan penyumbang terbesar berupa kenaikan tarif listrik dan biaya transportasi udara. Angka inflasi itu dinilai Syarkawi lebih rendah ketimbang rata-rata inflasi periode puasa dan Lebaran tiga tahun terakhir sebesar 0,85% (month-to-month).

Menurut Syarkawi, inflasi yang rendah itu akan memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.

"Biasanya harga pangan menjadi penyumbang utama inflasi. Dengan inflasi yang rendah, prospek ekonomi akan lebih membaik dengan tumbuhnya ekspektasi investor di pasar bursa saham," ujarnya.

Ia menambahkan meskipun musim puasa dan Lebaran telah berlalu, tim lintas kementerian/lembaga bersama Satgas Pangan masih akan menjaga kestabilan pasokan dan harga komoditas pangan utama. Komoditas yang menjadi fokus pengawasan, yakni beras, daging ayam, dan cabai. "Kami berharap tim lintas kementerian dan lembaga dapat membangun sistem koordinasi yang lebih baik, sehingga dapat memberikan solusi baik jangka sangat pendek, pendek, menengah, maupun jangka panjang," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik