Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mendag: Bisnis Ritel memang Berat

Jessica Sihite
04/7/2017 19:15
Mendag: Bisnis Ritel memang Berat
(MI/Ramdani)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bangkrutnya waralaba 7-Eleven disebabkan oleh persaingan bisnis yang ketat. Ia mengakui bisnis di sektor ritel memang sangat berat karena makin banyaknya kompetitor yang bermunculan.

"Berat sekali. Pengalaman saya sebagai pengusaha ritel, saya pernah menutup usaha, tapi tidak sebesar itu," ujar Enggar usai halal bihalal di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (4/7).

Enggar menilai persaingan pasar memang tidak bisa dihindari. Apalagi, berbisnis ritel juga mesti memperhatikan tenaga kerja yang jumlahnya tidak sedikit dan kebanyakan merupakan anak muda.

"Tapi, persaingan itu tetap sehat karena yang diuntungkan konsumen. Jangan pernah kita main monopoli," tegas Enggar.

Ia pun berencana memanggil pemilik 7-Eleven untuk menanyakan bisnis yang bangkrut tersebut. Menurutnya, keputusan menutup seluruh gerai adalah keputusan yang logis bila bisnis tidak berjalan sesuai target.

"Jadi dalam satu kegiatan usaha, kalau dia terus menerus merugi, maka pemegang saham atau direksi harus berani cut loss, berani ambil keputusan. Apakah ada kemungkinan diperbaiki dengan investasi berikutnya. Pola demikian itu murni business judgement," imbuh Enggar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya