Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Harga Pangan Terkendali, Inflasi Saat Ramadan Tertahan Rendah

Tesa Oktiana Surbakti
03/7/2017 15:28
Harga Pangan Terkendali, Inflasi Saat Ramadan Tertahan Rendah
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan inflasi pada Juni sebesar 0,69% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 129,72%.

Angka itu diperoleh lantaran berbagai indeks kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Kendati demikian, inflasi pada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini diklaim jauh lebih terkendali ketimbang periode serupa tahun lalu.

Dengan begitu, tingkat inflasi sepanjang Januari-Juni 2017 sebesar 2,38%. Adapun tingkat inflasi dari tahun ke tahun yakni, Juni 2017 terhadap Juni 2016 sebesar 3,13%.

Berdasarkan pantauan BPS terhadap 82 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi diketahui menyasar Kota Tual sebesar 4,48% dengan IHK 150,91. Adapun inflasi terendah 0,12% dengan IHK 135,57 dicatat Kota Merauke.

Adapun deflasi tertinggi terjadi di Kota Singaraja sebesar 0,64% dengan IHK 136,45. Selanjutnya deflasi terendah di Kota Denpasar sebesar 0,01% dengan IHK 125,57.

"Perlu menjadi catatan di sini bahwa (komponen) bahan pangan yang biasanya bergejolak di Lebaran seperti daging dan beras, tidak terjadi pada Lebaran tahun ini. Bisa dibilang bahan makanan relatif terkendali,” tutur Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/7).

Lebih lanjut, Kecuk, sapaan akrabnya, menuturkan terkendalinya harga komoditas pangan tidak lepas dari upaya pemerintah meredam gejolak dengan menghadirkan Tim Satgas Pangan.

"Kuncinya pengendalian harga yang berhasil. Hanya saja kita harus mewaspadai inflasi Desember karena lekat dengan Natal dan Tahun Baru. Tapi mudah-mudahan masih terkendali," kata Kecuk.

Menilik aspek kelompok pengeluaran, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan kontribusi cukup besar terhadap laju inflasi, yakni 0,75%. Kecuk menyoroti penyesuaian tarif listrik terhadap pelanggan golongan 900 VA yang tidak masuk kategori layak menerima subsidi.

Pun, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dinilai memiliki andil signifikan terhadap inflasi mencapai 1,27 persen. Komoditas dari kelompok tersebut yang berkontribusi besar ialah tarif angkutan udara, tarif angkutan antar kota dan tarif kereta api.

"Bisa disimpulkan bahwa inflasi Juni 2017 terutama dipengaruhi oleh penyesuaian tarif listrik, angkutan udara, berikut angkutan antarkota. Jadi administered price ini menyumbang 0,42% terhadap inflasi bulan Juni,” cetusnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya