Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pertanian Indonesia Masuk Peringkat 25 Besar Dunia

Micom
03/7/2017 10:27
Pertanian Indonesia Masuk Peringkat 25 Besar Dunia
(ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA)

LEMBAGA riset dan analisis ekonomi internasional berpusat di Inggris, The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation merilis Indek Keberlanjutan Pangan atau Food Sustainability Index (FSI) pada Desember 2016 di situs resminya.

Hasil riset tersebut menunjukkan Indonesia masuk 25 besar negara yang diteliti dengan pertimbangan 2/3 penduduk berada di 25 negara tersebut dan sudah mencakup 87% total produk domestik bruto (PDB) Dunia.

Riset FSI disusun dari 58 indiaktor mencakup empat aspek yakni secara keseluruhan (overall), pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kehilangan/susut pangan dan limbah (food loss and waste) serta aspek gizi (nutritional challenges).

Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Untuk sustainable agriculture, Indonesia bercokol di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas Tiongkok, Ethiopia, AS, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India. Pada kategori ini, Indonesia mendapat skor tinggi pada ketersediaan sumberdaya air yang melimpah, rendahnya dampak lingkungan sektor pertanian pada lahan, keanekaragaman hayati lingkungan, produktivitas lahan, serta mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, dari aspek food loss and waste, Indonesia bertengger di peringkat 24 (skor 32,53) berada di atas Arab Saudi. Pada aspek ini Indonesia termasuk dalam kategori sedang dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan (food loss).

Selanjutnya aspek nutritional challeges, Indonesia masuk peringkat 18 (skor 56,79). Pada kategori ini Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah defisiensi micronutrient, prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, kelebihan gula, serta mampu membeli makanan segar.

Hasil FSI 2017 ini sangat menggembirakan karena Indonesia termasuk 25 negara besar, sebagai satu-satunya negara ASEAN yang disurvei serta hasilnya mengalahkan negara besar lainnya.

Sebelumnya Juni 2016 lembaga riset EIU juga merilis Indonesia masuk peringkat 71 dari 133 negara dengan peningkatan terbesar di dunia dengan skor 2,7 pada Global Food Security Index (GFSI)

Peneliti senior INDEF Sugiyono, mengapresiasi hasil riset EIU tersebut. Ia menyebut pada era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini banyak terobosan dan berhasil. “Ini bisa dilihat kasat mata pada saat Ramadhan dan Idul Fitri kemarin pasokan melimpah dan harga stabil, dulu-dulu setiap hari raya Lebaran harga pangan bergolak."

Lebih lanjut Sugiyono menyatakan prestasi selanjutnya dapat dilihat data BPS, bahwa sektor pertanian pada Triwulan-I 2017 tumbuh pesat 15,59% dibandingkan triwulan sebelumnya dan tumbuh terbesar dari sektor lainnya.

Pada tempat terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyambut baik atas hasil riset EIU. "Selanjutnya dengan dukungan semua pihak saya berharap pada satu dua tahun ke depan, Indonesia sudah menjadi 10 negara terbesar dunia di bidang pangan," pungkas Amran. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya