Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) menjajaki pemberian kredit perumahan rakyat (KPR) dalam meningkatkan kredit di Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut.
Direktur Utama PT Bank Sulutgo Jeffry Dendeng mengatakan tahun ini Bank Sulutgo mengincar beberapa sektor baru dalam penyaluran kredit.
Dia menuturkan, sepanjang 2017, perseroan bakal membiayai 286 unit rumah bersubsidi.
"Bila batasan harga jual rumah subsidi di wilayah Sulawesi sebesar Rp129 juta, Bank Sulutgo berpotensi menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sebanyak Rp36,89 miliar," ujarnya di Manado, kemarin.
Menurut Jeffry, pasar pembiayaan perumahan terbilang menjanjikan.
Sejak melakukan MoU kerja sama dengan empat perusahaan pengembang lokal April 2017 lalu, permintaan kredit perumahan di Sulawesi Utara tergolong cukup tinggi.
Selain sektor konsumsif, Bank Sulutgo juga mendorong peningkatan kredit produktif dengan menyasar ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai target penyaluran.
"Harus diakui pemberian kredit produktif di Bank Sulutgo masih sangat kecil jika dibandingkan sektor konsumtif, karena itu kami akan meningkatkannya," tandasnya.
Jeffry mengatakan eks-pansi ke segmen UMKM diharapkan bisa meningkatkan porsi kredit produktif perseroan.
Tahun ini, Bank Sulutgo menargetkan porsi kredit produktif 10% hingga 12% dari posisi tahun lalu yang hanya mencapai 6%.
Untuk diketahui, segmen utama bank pembangunan daerah (BPD) ialah pegawai negeri sipil dengan produk utama kredit konsumsi.
Secara keseluruhan per Maret 2017, 71,68% kredit BPD disalurkan untuk kebutuhan konsumsi.
Adapun outstanding penyaluran kredit perseroan mencapai Rp9,15 triliun atau tumbuh 3% dalam tahun berjalan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sukut Gorontalo dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda mengharapkan kredit produktif Bank Sulutgo ditingkatkan lagi.
"Potensi sektor produktif masih sangat besar di Sukut dan Gorontalo, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh BPD tersebut," kata Elyanus.
Jika BPD tidak cepat, katanya, peluang dan pasar teraebut akan direbut bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved