Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Data Dukcapil Bantu Perbankan

Nyu/E-1
01/7/2017 04:51
Data Dukcapil Bantu Perbankan
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

KALANGAN perbankan seringkali menghadapi kesulitan untuk memastikan kebenaran data nasabah yang akan membuka rekening atau mengajukan kredit.

Untuk itu perbankan menggandeng Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam rangka Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan, dan KTP Elektronik.

Penandatangan kerja sama antara CIMB Niaga bersama PT Bank National NOBU, BPR Intidana, dan Home Credit Indonesia, serta Badan Standardisasi Nasional dengan Ditjen Dukcapil itu dilakukan pekan lalu di Jakarta.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan menyebutkan dengan kerja sama itu perbankan bisa mengetahui nasabah yang kredibel dan yang tidak kredibel.

"Dengan kerja sama Dukcapil, semua data di situ apakah (nasabah) ini pernah ngemplang, atau terkena narkoba semua ke sana. Itu sangat membantu," ujar Tigor.

Ke depan, CIMB Niaga berencana untuk secara bertahap meminta nasabahnya melakukan registrasi ulang dengan NIK yang sesuai dengan data Dukcapil sehingga bisa benar-benar memiliki nasabah yang seluruhnya memiliki data yang valid.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Bank Nobu Hendra Kurniawan menyebut pemanfaatan data itu semakin memperkuat proses know your customer (KYC) yang selama ini telah dijalankan.

Selain itu, dengan era digital yang telah berjalan selama ini, Bank bisa mempercepat program digital account sebab bank bisa memverifikasi data nasabah dengan data Dukcapil.

Bank hanya perlu menambah fasilitas bio-metrik untuk memperkuat kebenaran identitas.

"Kalau satu orang punya 3 rekening mungkin sebenarnya yang yang punya rekening hanya 60 juta," jelasnya.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan sejauh ini telah 223 lembaga pelayanan publik yang memanfaatkan data Dukcapil.

Hal itu membuktikan semakin besar kehadiran negara ke pintu rumah masyarakat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya