Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Siap Akhiri 30 Tahun Penantian Polandia

(Berbagai Sumber/Rul/R-2)
23/5/2016 01:10
Siap Akhiri 30 Tahun Penantian Polandia
(AP Photo/Scott Heppell)

SEKALI layar terkembang, surut kita berpantang. Peribahasa yang kerap dilontarkan La Nyalla Mattalitti itu seperti cocok dengan prinsip yang dianut arsitek Polandia, Adam Nawalka. Juru taktik berusia 58 tahun itu memang berkali-kali menegaskan tidak mau berhenti hanya sampai putaran final Piala Eropa 2016. Kendati sudah memimpin skuatnya hingga lolos kualifikasi Piala Eropa musim ini, Nawalka mengaku menyimpan impian besar, yaitu mengembalikan kejayaan Polandia di turnamen internasional setelah absen selama 30 tahun.

Prestasi terbaik 'Elang Putih'julukan Polandia dicapai terakhir kali pada Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko. Kala itu tim berkostum putih-merah tersebut terhenti di babak 16 besar karena dikalahkan Brasil 0-4. Setelah melihat negaranya berkali-kali gagal lolos putaran final, baik di Piala Dunia maupun di Piala Eropa, Nawalka pun berniat mengembalikan kejayaan negaranya di dunia sepak bola. Setelah Polandia lolos ke putaran final dengan 6 kemenangan, 3 seri, dan 1 kalah, ia pun berhasrat mewujudkan asa masyarakat Polandia. Apalagi, Nawalka berhasil memecahkan rekor 18 kali kemenangan Jerman dengan menundukkan mereka 2-0 pada babak kualifikasi, Oktober 2014 silam.

"Kami berada di grup yang tangguh pada Piala Eropa 2016. Jerman tim yang digemari dan yang lainnya, seperti Ukraina dan Irlandia Utara, tentu akan berjuang untuk lolos dari fase grup. Namun, kami siap dan percaya diri dapat melaju ke babak selanjutnya," cetus Nawalka. Nawalka sebenarnya tidak begitu dikenal sebelum dirinya memimpin skuat 'Elang Putih' saat ditunjuk pada Oktober 2013. Apalagi, sebagai pelatih, Nawalka terbilang minim pengalaman di turnamen tingkat internasional.

Ia lebih banyak bermain di liga nasional Polandia, baik divisi dua maupun liga kelas satu. Beberapa klub yang dipimpin Nawalka ialah Swit Krzeszowice, Zaglebie Lubin, Sandecja Nowy Sacz, Jagiellonia Bialystok, Wisla Krakow, GKS Katowice, dan Gornik Zabrze. Keberhasilan Nawalka membawa Gornik ke posisi teratas Divisi Satu Polandia pada Oktober 2013 menjadi faktor utama dirinya dipercaya untuk memimpin timnas Polandia. Meski begitu, tetap saja sebagian besar orang meragukan kemampuannya.

Namun, kini tangan dingin arsitek kelahiran Krakow, Polandia, itu terbukti. 'Elang Putih' berhasil ia bawa terbang hingga ke Prancis. Terlepas dari para pemain yang dimiliki Polandia saat ini, kemampuan seorang Nawalka tentu tidak bisa diabaikan. Tanpa kemampuan seorang arsitek yang cakap, tidak mudah menyatukan para pemain bintang dan membentuknya menjadi sebuah tim. Hal itu pun tidak dimungkiri para pemain Polandia. "Kami percaya padanya (Nawalka). Dia mampu menjadikan kami sebagai sebuah tim yang padu," cetus gelandang Jakub Blaszczykowski.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya