Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Jika sebelumnya dikenal sebagai penulis buku-buku bergenre politik dan kenegaraan, kali ini penulis Firdaus Syam merilis sebuah buku antologi puisi berjudul Penyintas, Merah Putih Hijau Hitam. Buku tersebut merupakan buku ke-27 karya Firdaus Syam yang telah diterbitkan.
Diluncurkan di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Senin, (10/10), buku tersebut berisikan 104 puisi karya Firdaus Syam yang ia tulis selama beberapa tahun terakhir kehidupannya. Termasuk pada masa-masa krusial selama pandemi berlangsung.
“Tema-tema yang hadir dan dihadirkan dalam buku ini lahir dan terinspirasi saat usai bangun di sepertiga malam, atau usai ibadah subuh. Ya semua mengalir apa adanya yang dalam pikiran dan renungan penulis,” ujar Firdaus Syam dalam Sekapur Sirih buku tersebut.
Buku tersebut diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar. Tak hanya puisi, di dalamnya juga terdapat berbagai foto ilustrasi yang dapat menambah daya tarik dan penggambaran setiap puisi.
Antologi puisi dalam buku tersebut terbagi atas 8 segmen. Masing-masing segmen berisi berbagai tema puisi yang terinspirasi dari berbagai hal dalam kehidupannya. Mulai dari kehidupan yang ada di Indonesia, kesehariannya sebagai seorang manusia, hingga puisi-puisi yang terinspirasi dari beberapa tokoh terkenal seperti Ki Hajar Dewantara.
Dalam sambutannya yang termuat dalam buku tersebut, Anies Baswedan, mengatakan puisi-puisi dalam karya baru Firdaus Syam tersebut memiliki keunikan dan kekuatannya tersendiri. Di dalamnya kental akan dunia aktivisme yang menyemburkan semangat.
“Penyairnya sangat kental dengan dunia aktivisme, sehingga nilai-nilai dan perjuangannya tergambar dengan jelas dalam karya-karyanya ini,” ujar Anies.
Sementara itu, Sandiaga Uno dalam sambutannya juga mengatakan puisi-puisi di buku tersebut sangat penuh dengan kehangatan. Kehangatan yang datang dari keluarga, keharmonisan hidup dalam lingkungan, hingga kepekaan terhadap fenomena kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Serta kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” tutur Sandiaga. (M-4)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved