Rabu 30 Desember 2020, 17:05 WIB

Stres dapat Mengubah Kepribadian Kita menjadi Orang Lain

Deden Muhammad Rojani | Weekend
Stres dapat Mengubah Kepribadian Kita menjadi Orang Lain

Unsplash/ Gift Habeshaw
Profesor Psikologi di Amerika Serikat menjelaskan jika stres dapat membuat seseorang memiliki kepribadian yang berbeda.

 

PERNAHKAH anda menghadapi seseorang yang menjadi sangat berbeda ketika sedang dalam tekanan mental atau stres? atau justru anda sendiri yang mengalami demikian?

Jika iya, hal tersebut sesungguhnya tidak aneh. Glenn Geher, Ph.D. profesor psikologi di Universitas Negeri New York di New Paltz menjelaskan proses yang terjadi secara biologis pada orang yang sedang tertekan atau stres.

Menurut Geher, salah satu penjelasannya sesuai dengan konsep proses biologis dasar perkenalkan oleh mendiang ahli saraf John Montgomery. Konsep itu dikenal sebagai respons 'melawan' atau 'lari'.

Pada dasarnya, respons ini juga disebut sebagai aktivasi sistem saraf simpatik sesuai dengan keadaan stres atau kondisi ancaman yang muncul dari lingkungan suatu organisme. "Respons melawan atau lari sangat mendasar dan cenderung menggeneralisasi di seluruh rangsangan yang membuat stres. Singkatnya, ketika terancam, tubuh kita bergerak untuk bertindak. Detak jantung dan sistem pernapasan kita terus meningkat, siap untuk melawan atau lari jika diperlukan," jelas Geher dilansir dari Psychologytoday, Rabu (30/12).

Direktur pendiri program Evolutionary Studies (EvoS) itu juga menuturkan, dalam keadaan stres, sistem pencernaan melambat. Akibatnya, seseorang bisa secara tiba-tiba bingung akan dirinya sendiri. 
"Dan biasanya ketika ancaman dihilangkan dengan aman dari lingkungan, sistem tubuh kita, melalui mekanisme homeostatis dari sistem saraf parasimpatis, kembali ke keadaan istirahatnya," tambah Geher.

Untuk alasan tersebut, Glenn menganggap diri stres seseorang pada dasarnya menjadi siapa orang itu ketika keadaan aktivasi melawan atau lari. "Dan ketika seseorang berada dalam keadaan stres seperti itu, karena sejumlah alasan, orang itu, dalam hal yang penting, sebenarnya bukan dirinya sendiri!," tambahnya.

Penjelasan tersebut juga dapat membantu anda memahami kondisi pribadi atau orang lain ketika stress. Perilaku yang berbeda jangan langsung dicap sebagai sesuatu yang negatif dan membuat anda memiliki pandangan buruk tentang orang tersebut. Jika perilakunya memang berbahaya atau tidak baik ketika stress, yang terpenting bagi anda adalah membantunya untuk tidak mencelakakan diri maupun orang lain. (M-1)
 

Baca Juga

Instagram @svhoffical

Tentang Dualisme Kehidupan di Koleksi Baru SVH Official

👤Nike Amelia Sari 🕔Senin 06 Desember 2021, 16:05 WIB
Dalam koleksi musim gugur/ dingin 2021/2022 ini digunakan juga konsep slow...
AFP

Gaya Busana Ala Drakor Diprediksi Dominasi Tren Busana 2022

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:15 WIB
Busana sehari-hari dan semiformal ala K-drama diprediksi akan menjadi sangat populer di tahun...
AFP/JUNI KRISWANTO

Waspadai Dampak Debu Vulkanik bagi Kesehatan

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 06 Desember 2021, 06:51 WIB
Dalam jangka panjang, terhirupnya abu vulkanik dalam juamlah banyak dapat menyebabkan penyakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya