Minggu 29 November 2020, 01:00 WIB

Menuturkan Sikka lewat Tenun

Sumaryanto Bronto | Weekend
Menuturkan Sikka lewat Tenun

MI/SUMARYANTO BRONTO
Potret penenun Bliran Sina.

SAAT memasuki Bliran Sina, mata langsung disuguhkan dengan keindahan tenun dengan berbagai motif dan warna.

Terletak di Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sanggar itu memang sengaja didirikan untuk melestarikan dan mempromosikan tenun Sikka.

Layaknya motif batik yang memiliki kekhasan di tiap daerahnya, begitu pula warna dan motif dalam tenun. Tenun Sikka berciri motif tua atau disebut dengan motif jentiu yang diyakini sudah ada sejak sebelum kepercayaan terhadap agama masuk ke daerah ini.

Ketua sanggar, Yosef Gervasius, mengatakan, sejak berdiri pada tahun 1988, proses penenunan ikat tradisional masih dijalankan. Itu dilakukan demi menjaga tekad para pendiri agar sanggar itu menjadi pengingat tradisi bagi generasi penerus. Dengan dukungan kearifan lokal masyarakat setempat, sanggar ini berhasil membentuk kelompok tenun ikat tradisional.

Mereka mempertahankan cara menenun sesuai warisan leluhur. Kain tenun diolah dari bahan alami, mulai bahan dasar benang yang dipintal langsung dari kapas asli di kebun hingga pewarnaan menggunakan bahan alami yang juga didapat dari sekitar. Sebabnya, butuh waktu yang cukup lama untuk menghasilkan selembar tenun.

Tidak hanya melestarikan tenun, sanggar itu juga menjadi motor ekonomi. Sebelum pandemi, Sanggar Bliran Sina biasa menerima tamu sekitar 300 orang per bulan. Turis itu kebanyakan tamu kapal pesiar asing yang singgah di Kapubaten Sikka.

Untuk masuk ke sanggar, turis dikenakan biaya Rp1,5 juta per rombongan atau berkisar 10 orang. Bagi rombongan berjumlah lebih dari 100 orang, dikenai biaya Rp10 juta. Dalam setahun sanggar itu pun bisa meraih pendaparan hingga Rp500 juta, yang menjadikannya salah satu sumber pendapatan daerah yang cukup besar.

Namun, tentunya bukan hanya nominal rupiah yang menjadi peran penting Bliran Sina. Lewat keindahan tenun itu, mereka telah menuturkan cerita keindahan budaya yang akan tersebar hingga ke benua lain. Dari situ pula promosi pariwisata Tanah Air sekaligus tercipta. (M-1)

 

Baca Juga

Dok. Stand by Me

Sekuel Stand by Me Doraemon Bakal Tayang di Indonesia Bulan Depan

👤Fathurrozak 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:55 WIB
Bertepatan dengan setengah abad anime Doraemon, sekuel film Stand by Me bakal rilis di bioskop Indonesia pada...
Dok. Instagram @blackpinkofficial

Rose Blackpink Bocorkan Lagu Solonya Saat Konser The Show

👤Fathurrozak 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:40 WIB
Setelah Jennie, kini Rose dinanti sebagai anggota grup idol Blackpink kedua yang akan mengeluarkan debut...
MAHMUD HAMS / AFP

Anak Muda di Gaza Menikmati Kebebasan Lewat Parkour

👤adiyanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 11:29 WIB
Bagi sebagian orang, parkour seperti secercah cahaya ke dalam kehidupan mereka yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya