Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Museum MACAN bakal meluncurkan pameran karya seni Citra Sasmita yang bertajuk Tales of Nowhere atau Kisah Antah-berantah sebagai bagian dari UOB Museum MACAN Children’s Art Space. Dalam pameran terbaru itu, dunia imajiner yang diciptakan Citra Sasmita berupa dongeng dari kultur Bali menceritakan berbagai hewan mitologis yang seakan berubah menjadi nyata. Pameran itu dirancang khusus untuk anak-anak Indonesia.
Citra Sasmita adalah pemenang UOB Painting of the Year 2017 tingkat Gold.
Citra Sasmita akan akan menghadirkan persembahan bertajuk Kisah Antah-berantah. Ia akan memunculkan hewan mitologis dalam dongeng tradisional Bali. Karya seni Citra Sasmita merupakan gabungan antara sajian virtual dan fisik.
Kegemaran Citra membaca buku sejak kecil telah membangkitkan imajinasinya tentang manusia dan berbagai tempat. Beranjak dewasa, ia mulai menulis cerita yang mengisahkan kehidupan gadis Bali modern dalam menghadapi perubahan teknologi dan sosial pada abad ke-21. Dalam praktik kesenian, Citra menggunakan Kamasan yakni teknik dan gaya melukis tradisional Bali yang banyak pengisahan cerita rakyat dan penggalian konteks sosial lokal.
Citra, dalam Kisah Antah-berantah, mengisahkan sebuah kerajaan yang sarat dengan hewan mitologis yang ia lukis di atas sebuah gulungan sepanjang delapan meter. Lukisan itu juga tersedia dalam format digital sehingga dapat dipamerkan secara daring. Setiap hewan dalam lukisan besar itu memiliki karakter berbeda yang unik, di antaranya; seekor rusa kurus yang dikenal bijak.
“Kisah Antah-berantah merupakan representasi dari dunia anak-anak yang murni. Pameran ini juga memberikan kenyamanan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan dan karakter-karakter baru, sambil menggali harta mereka yang paling berharga yaitu imajinasi mereka," terang Citra dalam siaran pers (9/11).
Semua hewan tidak memiliki nama, karena sang seniman akan mengajak anak-anak untuk menamai melalui kegiatan berdongeng secara daring. Citra juga akan mendorong anak-anak untuk menulis cerita mereka sendiri melalui ragam hewan yang mereka temui dalam dongeng.
"Dongeng-dongeng ini akan mengajarkan kepada anak-anak akan nilai kebaikan, perdamaian, kasih sayang, dan kepemimpinan. Sebagai anak-anak, kita pertama belajar tentang sifat-sifat ini melalui dongeng yang dikisahkan oleh kakek-nenek kita, yang diturunkan kepada orang tua kita. Kita lalu meneruskannya kepada anak-anak kita sebagai cerita sebelum tidur dan suatu hari akan meneruskan tradisi ini.Dongeng-dongeng klasik ini akanmembangkitkan kenangan masa kanak-kanak yang sangat berharga,” tambahnya.
Pameran daring bakal memanfaatkan web-based augmented reality (WebAR). selain mendegarkan dongeng, anak juga menikmati hewan yang seakan menjadi hidup melalui tur virtual 3600.
“Pameran ini merupakan persembahan luar biasa yang mampu menyatukan kita dalam keterbatasan di dunia seni dikarenakan pandemi global yang masih berlangsung. Saya mengapresiasi UOB sebagai mitra pendidikan utama kami, yang telah mendukung museum ini dalam pengembangan proyek ini. Saya berharap anak-anak di seluruh Tanah Air dan di negara tetangga dapat menikmati Kisah Antah-berantah,” tambah Chairwoman of Museum Macan Foundation Fenessa Adikoesoemo. (M-2)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved