Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom kini tengah berharap cemas akan sebuah objek luar angkasa yang sedang menuju jalur bumi. Ada yang menduga jika objek yang berada cukup dekat itu, hanya sekitar 43ribu kilometer dari bumi, merupakan bulan mini.
Namun, lebih banyak astronom menduga jika benda itu lebih mirip dengan sampah luar angkasa. Hal ini pula yang dinyatakan Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA, Dr.Paul Chodas. Ia mengungkapkan jika objek yang diberi nama 'Asteroid 2020 SO' itu sebenarnya merupakan sampah roket pendorong tua dari tahun 1960-an.
"Saya menduga objek yang baru ditemukan 2020 SO ini adalah sebuah pendorong roket tua, karena obyek tersebut berada pada jalur orbit bumi ke Matahari, yang bentuknya sama yaitu melingkar, di bidang yang sama dengan bumi, " ungkap Chodas seperti di lansir cnn.com (23/9).
Chodas menganalisis gerakan objek tersebut mundur dalam beberapa waktu terakhir lalu kemudian mencoba menghubungkannya dengan misi eksplorasi di masa lalu yang kemungkinan besar objek itu berada di sekitar bumi pada akhir tahun 1966.
Menurutnya, objek tersebut berkorelasi dengan peluncuran roket Surveyor 2 pada 20 September 1966. Misi itu dirancang untuk melakukan pendaratan di Bulan, tetapi karena masalah engine menyebabkan pesawat tersebut gagal mengorbit.
Roket Centaur yang digunakan untuk mendongkrak pesawat ruang angkasa yang melewati Bulan dan masuk ke orbit Matahari. Roket tersebut tidak terlihat lagi hingga kini.
Objek tersebut kemungkinan akan memasuki orbit jauh di sekitar Bumi pada akhir November 2020. Jika objek itu adalah asteroid maka akan dianggap sebagai bulan mini.
"Dalam satu bulan lebih kami baru bisa mendapatkan indikasi apakah '2020 SO' ini benar-benar sebuah badan roket atau bukan, karena kami harus mulai bisa mendeteksi pengaruh tekanan sinar matahari terhadap gerakan benda ini," pungkas Chodas. (M-1)
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit dunia. Gerhana Matahari Total terlama pada abad ke-21 dipastikan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved