Jumat 05 April 2019, 21:05 WIB

Shazam, Bukti Film Superhero DC Tak Selalu Kelam

Novin Herdian | Weekend
 Shazam, Bukti Film Superhero DC Tak Selalu Kelam

Doc. Warner Bros
Shazam bisa dibilang sebagai film superhero DC yang paling menyenangkan.

 

SHAZAM! Begitu mantra yang dirapal Billy Batson (Asher Angel) agar menjelma manusia super dengan kekuatan luar biasa. Namun, apa jadinya bila anak usia 14 tahun dengan emosi yang masih labil mendapatkan kekuatan super dan mengubah dirinya menjadi laki-laki dewasa?

Setelah sukses dengan film Aquaman yang tayang akhir tahun lalu. DC Comics dan Warner Bros akhirnya merilis kembali salah satu film superhero mereka yang diangkat dari komik.

Berbeda dari karakter Aquaman dan sebagian tokoh DC lain, karakter Shazam cenderung konyol dan ugal-ugalan. Boleh dibilang, film Shazam ini menjadi film pahlawan super paling asyik yang pernah dirilis oleh DC. Pengenalan karakter-karakter dalam film dibuat dengan padat dan jelas sehingga membangun cerita yang bisa saling terkait. Bahkan, cerita sang supervillain, Dr Thaddeus justru menjadi pembuka film ini.

Film ini juga penuh dengan suasana keluarga dan persahabatan. Chemistry yang terbangun antara Billy Batson dan Freddy (Jack Dylan Grazer) yang belakangan menjadi sahabatnya sungguh menyenangkan. Baik saat saat menjadi Billy dewasa versi Shazam ataupun versi Billy Batson. Freddy begitu terobsesi dengan tokoh superhero. Dan betul, Freddy mencoba mengeksplorasi kekuatan yang dimiliki oleh Shazam. Apakah ia bisa terbang? Memiliki kekuatan laser di matanya? Dapatkah oa mengeluarkan petir melalui jarinya? Atau, dapatkah ia membolos dari kelas?


Banyak superhero dari DC Comic yang menjadi referensi dalam film ini. Maka, jangan heran ketika banyak muncul simbol-simbol Batman, Superman, Aquaman bahkan Wonder Woman. Koleksi-koleksi berbau superhero milik Billy pun sungguh ajaib. Selain koleksi konyol milik Superman, Ia bahkan memiliki Batarang, senjata khas milik Batman.

Karakter supervillain Dr Thaddeus (Mark Strong) juga dibangun cukup kuat. Membuka cerita sebagai anak yang dipilih oleh anggota terakhir dewan penyihir, The Wizard Shazam (Djimon Hounsou), di situ kita jadi mengerti mengapa Dr Thaddeus kelak begitu ingin menguasai kekuatan besar yang dimiliki oleh The Wizard Shazam.

Dari segi sinematografi, efek kejutan dan angle kamera ala film-film horor meyakinkan penonton bahwa sang sutradara David F Sandberg tidak meninggalkan identitasnya sebagai sutradara film misteri. Sebelumnya Sandberg memang dikenal melalui film-film horor seperti Lights Out (2016) dan Annabelle: Creation (2017).

BACA JUGA: Komikus Marvel asal Indonesia ini Punya Cita-Cita Terselubung

Yang menjadi perhatian lain adalah kisah pencarian Billy Batson untuk menemukan ibu yang terpisah darinya sejak kecil. Hal itu pula yang menuntun Billy untuk tinggal di rumah yatim piatu dan membuatnya bertemu dengan Freddy dan saudara-saudara lain. Setiap karakter diceritakan dengan cukup jelas dan memberikan identitas satu sama lain sehingga tidak menjadi karakter yang hanya numpang lewat saja. Bahkan, ada momentum kejutan yang membuat satu bioskop tertawa sekaligus bertepuk tangan karena tingkah laku para saudara Billy tersebut.

Sepadan
Shazam memberikan harapan besar terhadap film-film DC lain. Selama ini DC selalu berada di bawah bayang-bayang Marvel dalam soal adaptasi film. Sejak trilogy Dark Night (Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises) dan Man of Steel (2013), film-film DC selalu dicirikan gelap, kelam, dan tidak punya rasa humor bagai film Marvel. Dimulai dari film Aquaman yang tayang akhir tahun lalu, DC seperti memulai universe yang baru, yang membuat mereka menjadi penantang sepadan untuk film-film Marvel yang selalu merajai box office.

Dengan rating PG-13, hampir tidak ada baku hantam berdarah-darah dalam film ini. Shazam! tentu cocok untuk disaksikan anak-anak bersama orang dewasa pendamping mereka. “Mimpi setiap anak adalah menjadi pahlawan super,” kata sang sutradara seperti dikutip dari rilis resmi Warner Bros.

Shazam! adalah film superhero (DC) yang selama ini hilang. Tone warna cerah dan cerita yang ringan untuk dicerna, menjadikan Shazam! sebagai salah satu film superhero terbaik untuk tontonan keluarga pada tahun ini. (M-2)

Baca Juga

Dok. Idgitaf

Cerita di Balik Tribute Idgitaf untuk Kasur Tidurnya

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 09:00 WIB
Kasur Tidur jadi salah satu judul trek pada mini album petdana Idgitaf yang baru...
Dok. Penerbit Samudra Biru

Jatuh Bangun Perjuangan Ibu Tunggal

👤M-2 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:50 WIB
Menjadi orang tua bukan tugas yang mudah. Terlebih jika peran itu harus dilakukan seorang diri. Perjuangan dan pengorbanan tanpa batas...
MI/ Gana Buana

Reza Rahadian hingga Jerome Polin Digandeng Uniqlo untuk Koleksi Terbaru

👤Gana Buana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:35 WIB
Sophia Latjuba dan sang anak, Eva Celia, juga didapuk Uniqlo untuk merepresentasikan koleksi musim semi/panas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya