Selasa 19 Maret 2019, 12:24 WIB

Masjid di Cambridge Berarsitektur Unik

Suryani Wandari Putri | Weekend
Masjid di Cambridge Berarsitektur Unik

The Guardian

 

Masjid menjadi tempat umat muslim berdoa dan salat. Guna menciptakan kenyamanan dan betah beribadah, beberapa arsitek membuat bangunan ini bervariasi, biasanya tetap membawa karakteristik lokalitas daerah masjid itu berada.

Nah dalam waktu beberapa minggu ke depan akan dibuka masjid seharga 23 juta pounsterling atau sekitar Rp42miliar di Mill Road, Cambridge, Inggris. Mesjid ini merupakan gagasan Timothy Winter, juga dikenal sebagai Abdal Hakim Murad, seorang mualaf yang juga dekan di University of Cambridge.

Masjid yang dibangun sejak 5 September 2016 ini berkapasitas 1.000 jamaah, sehingga muat menampung populasi muslim di kota itu. Dilansir The Guardian Timoty membangun masjid ini dengan dana dari ribuan umat muslim di Cambridge, Hongkong, Amerika Serikat, bahkan Indonesia melalui Cambridge Mosque Trust.  

Masjid ini memiliki arsitektur agung religius Inggris yang terpengaruh arab. Efek keseluruhannya adalah Arabesque abstrak, cara membangun yang diilhami roh daripada detail literal arsitektur Islam tradisional. Bagian lain dari proyek ini berusaha untuk menafsirkan tema tradisional dengan caranya sendiri.

Yang istimewa, masjid ini didesign dengan menerapkan prinsip eco-technology, atau teknologi ramah lingkungan dengan sistem aliran udara maupun pencahayaan yang baik.

Dalam hal ini, mesjid ini telah didesign dengan sistem atap yang terbuka sehingga memaksimalkan sinar matahari menyinari ruangan, namun bebas dari panas matahari yang berlebihan. Atapnya juga menjulang dengan tiang-tiang kayu yang indah dan berfungsi sebagai peredam. Rangka kayu inipun jika dilihat dari kejauhan mirip hutan yang rimbun dedaunan.

Jika menilik ke area atas, terdapat kubah besar berlapis emas dengan hiasan bulan sabit di dalamnya. Di samping kubah ini terdapat panel surya seluas 115 m2 akan menangkap energi matahari yang nantinya digunakan untuk memasok aliran listrik LED rendah energi di malam hari. Selain itu, masjid ini menampung air hujan yang digunakan untuk menyiram toilet dan tanaman.


Di sisi lain ada pola bata di dinding atrium bertuliskan Allah. Emma Clark, perancang taman dan ahli islami ini menggambar deskripsi Alquran tentang surga di bagian depan gedung. Taman Clark yang cukup luas untuk bersepeda ini terbuka bagi siapa saja dan ada kafe di sebelah atrium untuk menarik pengunjung. Desainnya, seperti yang diinginkan Winter, bertujuan untuk tingkat keberlanjutan dan efisiensi energi yang patut dicontoh. (M-3)

Baca Juga

unsplash.com/Joseph Barrientos

Lautan Kini Semakin Sedikit Menyimpan Karbon

👤Devi Harahap 🕔Selasa 28 Juni 2022, 11:22 WIB
Berdasarkan model penelitian partikel baru yang ditemukan para peneliti, ternyata proses penyerapan ini hanya mampu menyimpan sedikit...
dok: Dialogue Art

Meditasi tentang Ruang, Material, dan Kekosongan

👤Devi Harahap 🕔Selasa 28 Juni 2022, 11:02 WIB
Pameran ini menggunakan ruang sebagai cermin untuk melihat kondisi manusia, baik diri sendiri, orang terdekat, maupun masyarakat secara...
NASA

Bagaimana Nasib Bumi jika Matahari Mati?

👤Devi Harahap 🕔Selasa 28 Juni 2022, 09:48 WIB
Sama seperti bintang lain, Matahari mempunyai batas usia. Ia akan menua, mengembang, meledak, sebelum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya