Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

31/3/2026 16:00

Amerika dan Israel Kian Keteteran Hadapi Iran

Ada satu hal yang selalu berulang dalam sejarah perang: siapa yang paling lantang mengklaim kemenangan sejatinya dialah yang paling takut mengakui kenyataan.

Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dengan penuh keyakinan penuh; cepat, presisi, dan mematikan.

Namun sebulan berlalu, realitas berkata lain. Iran tidak runtuh, justru membalas dengan gagah berani, melampaui kendali militer mana pun.

Meskipun begitu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menyebut Iran telah dihancurkan. Padahal mata dunia melihat sebaliknya.

Trump juga kelimpungan karena Iran memiliki 'senjata' lain yang tak kalah mematikan yakni menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanker AS, Israel, dan konco-konconya. Tentu saja hal itu membuat distribusi minyak dunia terganggu dan mengakibatkan lonjakan harga.

Trump makin keteteran karena dari dalam negeri AS, ia dilawan. Terakhir, lebih dari 8 juta orang turun ke jalan dalam aksi bertajuk No Kings untuk menolak perang dan memprotes gaya kepemimpinan Trump yang semakin otoriter.

Ini mengisyaratkan bahwa perang ilegal yang dilancarkan Amerika dan Israel melawan Iran ini bukan hanya dipertanyakan warga dunia, melainkan juga digugat dari dalam oleh rakyatnya sendiri.

Pertanyaannya, apakah dalam sebulan ini Trump benar-benar mengendalikan peperangan atau justru berusaha mengejar kendali yang sudah terlepas?

Atau, semua itu merupakan ekspresi kegalauan Trump yang kian keteteran menghadapi Iran? Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?

 

Baca Juga

Video Lainnya