Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Takdir politik telah menentukan kiprah Anies Baswedan di pilkada tahun ini. Takdir yang sayangnya menurut banyak orang takdir yang buruk. Ya, Anies akhirnya gagal berlayar menuju lautan kompetisi pilkada. Dia tak mendapatkan perahu untuk mengarungi pertarungan Pilgub Jakarta.
Gagal maju pilkada memang biasa, tapi tidak untuk kasus Anies. Dia gagal karena disebut-sebut sengaja dijegal. Siapa yang melakukannya? Tentu mereka yang punya kekuatan dan kekuasaan untuk menjegal. Caranya? Diduga dengan menekan partai-partai politik untuk tidak mengusungnya.
Sebelumnya, trio partai koalisi perubahan yakni NasDem, PKS, dan PKB yang mencoba setia untuk tetap mendukung Anies tapi tetiba di tengah jalan berubah haluan. Kemudian, PDIP yang disebut-sebut sudah 95% mengusung Anies justru mengubah keputusan di detik-detik terakhir. Ada apa? Banyak spekulasi yang mengemuka. Salah satunya, partai tersandera hingga terpaksa mengikuti kemauan yang punya kuasa. Kemauan untuk tidak mengusung Anies, untuk menjegal Anies.
Itulah politik yang terkadang memang kejam dan Anies dinilai telah menjadi korban kekejaman itu? Sudah habiskah Anies? Pasti ada yang berharap demikian sehingga tidak ada lagi rival hebat dalam rivalitas-rivalitas mendatang. Tapi banyak pula yang meyakini kartu Anies belum sepenuhnya mati. Anies akan tetap hidup jika mampu terus berada di orbit politik nasional. Salah satu caranya adalah dengan membentuk partai sendiri. Siapa sebenarnya yang menelikung Anies? Seperti apa takdir politik Anies selanjutnya? Simak pembahasannya di Ordal, Obrolan Mendalam dari Orang-orang Dalam.
artai-partai po Takdir politik telah menentukan kiprah Anies Baswedan di pilkada tahun ini. Takdir yang sayangnya menurut banyak orang takdir yang buruk. Ya, Anies akhirnya gagal berlayar menuju lautan kompetisi pilkada. Dia tak mendapatkan perahu untuk mengarungi pertarungan Pilgub Jakarta. Gagal maju pilkada memang biasa, tapi tidak untuk kasus Anies. Dia gagal karena disebut-sebut sengaja dijegal. Siapa yang melakukannya? Tentu mereka yang punya kekuatan dan kekuasaan untuk menjegal. Caranya? Diduga dengan menekan partai-partai politik untuk tidak mengusungnya. Sebelumnya, trio partai koalisi perubahan yakni NasDem, PKS, dan PKB yang mencoba setia untuk tetap mendukung Anies tapi tetiba di tengah jalan berubah haluan. Kemudian, PDIP yang disebut-sebut sudah 95% mengusung Anies justru mengubah keputusan di detik-detik terakhir. Ada apa? Banyak spekulasi yang mengemuka. Salah satunya, partai tersandera hingga terpaksa mengikuti kemauan yang punya kuasa. Kemauan untuk tidak mengusung Anies, untuk menjegal Anies. Itulah politik yang terkadang memang kejam dan Anies dinilai telah menjadi korban kekejaman itu? Sudah habiskah Anies? Pasti ada yang berharap demikian sehingga tidak ada lagi rival hebat dalam rivalitas-rivalitas mendatang. Tapi banyak pula yang meyakini kartu Anies belum sepenuhnya mati. Anies akan tetap hidup jika mampu terus berada di orbit politik nasional. Salah satu caranya adalah dengan membentuk partai sendiri. Siapa sebenarnya yang menelikung Anies? Seperti apa takdir politik Anies selanjutnya? Simak pembahasannya di Ordal, Obrolan Mendalam dari Orang-orang Dalam. litik untuk tidak mengusungnya. Sebelumnya, trio partai koalisi perubahan yakni NasDem, PKS, dan PKB yang mencoba setia untuk tetap mendukung Anies tapi tetiba di tengah jalan berubah haluan. Kemudian, PDIP yang disebut-sebut sudah 95% mengusung Anies justru mengubah keputusan di detik-detik terakhir. Ada apa? Banyak spekulasi yang mengemuka. Salah satunya, partai tersandera hingga terpaksa mengikuti kemauan yang punya kuasa. Kemauan untuk tidak mengusung Anies, untuk menjegal Anies. Itulah politik yang terkadang memang kejam dan Anies dinilai telah menjadi korban kekejaman itu? Sudah habiskah Anies? Pasti ada yang berharap demikian sehingga tidak ada lagi rival hebat dalam rivalitas-rivalitas mendatang. Tapi banyak pula yang meyakini kartu Anies belum sepenuhnya mati. Anies akan tetap hidup jika mampu terus berada di orbit politik nasional. Salah satu caranya adalah dengan membentuk partai sendiri. Siapa sebenarnya yang menelikung Anies? Seperti apa takdir politik Anies selanjutnya? Simak pembahasannya di Ordal, Obrolan Mendalam dari Orang-orang Dalam.
Dibintangi Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, dan Wafi Zihan, film ini mengangkat kisah saudara kembar yang terkutuk setelah sang nenek meninggal di hari keramat tanggal 6 bulan 6 jam 6.
Tahap penjurian lomba karya jurnalistik & fotografi ESDM 2025 yang merupakan kerjasama Kementerian ESDM RI dengan Dari Balik Lensa Media Indonesia.
Untold Story Pembebasan 10 ABK Sandera Kelompok Abu Sayyaf 2016
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk hidup dalam kebersamaan, saling menghormati, dan wujudkan kedamaian
Badan Musyawarah DPRD DKI Jakarta menetapkan jadwal kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta selama periode September hingga Desember 2025.
Dalam kegiatan ini juga digelar seremoni penyerahan kunci unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK Pulogadung, Jakarta Timur.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan komitmen terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Ikatan Keluarga Dewan (IKD) DPRD DKI Jakarta menggelar berbagai perlombaan di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mendukung Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan tradisional
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen pembenahan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengapresiasi Program Pemutihan Ijazah yang tertahan atau tertunda
Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar sebidang lahan milik PT. Billymoon tetap dimanfaatkan oleh warga RW 10 dan masyarakat Pondok Kelapa
DPRD DKI Jakarta mengapresiasi langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta yang siap berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi
Para anggota DPRD DKI Jakarta menjadi peserta fashion show yang diselenggarakan Sekretariat DPRD DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI menyepakati besaran nilai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, kembali ambil bagian dalam Turnamen Bulu Tangkis DPRD DKI Jakarta Cup yang digelar oleh Sekretariat DPRD DKI Jakarta.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Khoirudin memberikan pesan di HUT ke-80 RI
Chemi, seorang pria muda penuh semangat dan berjiwa sosial tinggi, tiba-tiba harus mengalami hal yang tidak diinginkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved