Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Mahasiswa UI Ciptakan RunSight, Kacamata AI untuk Pelari dengan Disabilitas Visual

Media Indonesia
06/3/2026 12:19
Mahasiswa UI Ciptakan RunSight, Kacamata AI untuk Pelari dengan Disabilitas Visual
Ilustrasi(Dok Samsung Newsroom)

BERITA mengesankan datang dari empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menciptakan kacamata pintar berbasis AI. Tim Labmino dari UI berhasil menjadi pemenang dari Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Indonesia 2025 dengan membawa RunSight sebagai inovasi AI yang inklusif.

Tim Labmino mengembangkan RunSight sebagai kacamata AI yang mampu untuk membantu pelari dengan disabilitas visual agar dapat berlari dengan aman dan percaya diri. 

Kacamata ini memiliki sistem navigasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna dengan hambatan penglihatan, termasuk kebutaan total. 

Fondasi Riset dan Empati Lahirkan RunSight

Tim Labmino membuka cerita di balik lahirnya RunSight yang berhasil dicapai tidak hanya karena proses riset, tetapi juga dari rasa empati yang tim tersebut rasakan.

Pengembangan RunSight berangkat dari pendekatan berbasis empati. Tim Labmino mengeksplorasi solusi navigasi untuk membantu penyandang disabilitas visual dalam proses mobilitas mereka. 

Dari observasi dan wawancara secara langsung, Tim Labmino mendapatkan kebutuhan yang jauh lebih spesifik, yaitu adanya tantangan keselamatan dan kemandirian saat berlari di lintasan.

Tim penelitian asal UI kemudian mengarahkan pada solusi yang lebih spesifik dan berdampak. Mereka ingin menghadirkan solusi keamanan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas visual saat berlari di lintasan.

“Kami memutuskan fokus pada track running dan merancang wearable yang ringan dan berbasis kamera RGB agar nyaman digunakan dan tetap terjangkau,” jelas Anthony Edbert Feriyanto, salah satu mahasiswa dari Tim Labmino.

Ia juga menjelaskan bahwa Tim Labmino menggunakan multimodel AI untuk menunjang kebutuhan penyandang disabilitas visual agar lebih presisi dan adaptif.

RunSight, Virtual Guide Runner bagi Penyandang Disabilitas Visual

Secara teknis, RunSight mampu mengenali objek di sekitar pengguna, membaca lintasan lari, dan menyesuaikan arahan berdasarkan kecepatan pengguna.

Kacamata ini mampu menangkap video yang akan diproses oleh AI secara real-time guna mendeteksi garis lintasan dan hambatan yang ada di depan pengguna.

Sistem akan memberikan instruksi suara agar pengguna tetap berada di lintasan yang aman sehingga para penyandang disabilitas virtual dapat menghindari objek yang menghalangi mereka saat berlari.

Selain itu, instruksi suara yang disampaikan secara real-time bertujuan untuk membantu pengguna untuk mengatur arah dan kecepatan saat berlari.

Tim Labmino juga mengembangkan logika sistem yang dirancang berdasarkan prinsip keamanan, threshold, frame smoothing, dan aturan untuk tidak memberikan arahan mendadak bagi pengguna.

Tim Labmino Boyong Penghargaan dari Samsung

Perjalanan inovasi RunSight ini berhasil membawa Tim Labmino hingga ke tingkat global. Tim asal UI ini berhasil menjadi salah satu dari sepuluh tim terbaik di SFT Global Ambassador.

Kemenangan ini mengantarkan RunSight hingga ke panggung internasional yang memberikan mereka pengakuan atas inovasi yang berangkat dari konteks lokal dan dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Solusi yang dibawakan oleh Tim Labmino membuka kesempatan untuk teknologi yang lebih inklusif dalam dunia olahraga. Tim Labmino juga berhasil dalam membawakan solusi teknologi yang berdampak dan berkelanjutan.

“Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi anak muda Indonesia untuk bermimpi lebih besar, berinovasi dengan empati, dan percaya bahwa karya mereka dapat memberi arti bagi banyak orang,” kata Anthony. (e-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya