Sabtu 10 September 2016, 04:10 WIB

Mengintip Teknologi Terbaru di IFA 2016 Berlin

Hera Khaerani | Teknologi
Mengintip Teknologi Terbaru di IFA 2016 Berlin

DOK. IHEALTH WEAR

 

PAMERAN teknologi tahunan IFA di Berlin, Jerman, baru saja ditutup Rabu, 7 September 2016. Ajang yang dimulai sejak 4 September itu menghadirkan berbagai inovasi terbaru dan deretan teknologi yang layak dinantikan hingga masuk ke pasaran Tanah Air. Berikut ini beberapa pilihan Media Indonesia atas teknologi yang terbilang unik dan menarik dari pameran di Eropa itu, mulai ponsel dan laptop yang makin canggih, variasi teknologi virtual reality (VR), wearable device, hingga internet of things (IoT) untuk rumah pintar. (CNET/M-4)

Wearable device
Tahun lalu kita disuguhi inovasi jam pintar yang mencatat tingkat kesehatan dan aktivitas tubuh. Menghitung jumlah langkah atau denyut jantung sudah bukan hal yang aneh. Akan tetapi, bagaimana ketika berenang? Itulah yang disediakan Ihealth Wave, yakni kemampuan menilai performa Anda dalam berenang, berapa banyak tarikan dengan gaya berenang yang berlainan. Jam pintar ini tentu saja dibuat tahan air, tersedia dalam warna hitam atau biru.
Jam ini bisa dihubungkan ke ponsel dengan bantuan bluetooth.

Ponsel pintar
Dari sederetan ponsel pintar terbaru yang ditunjukkan di IFA 2016, LG V20 menarik perhatian. Ponsel pintar itu dilengkapi tiga kamera. Dua kamera utama di bagian belakang dan satu kamera depan. Dua kamera belakang terdiri dari satu kamera reguler dengan resolusi 16 MP dan satunya lagi kamera wide angle beresolusi 8 MP. Ponsel LG V20 ini sesuai bagi pengguna yang hobi swafoto secara berkelompok. Tak perlu lagi menggunakan tongsis hanya demi bisa mendapatkan semua teman Anda dalam satu bingkai foto.

Laptop
Bagi yang kurang menyukai komputer hibrida, Lenovo hadirkan Yoga Book. Laptop seukuran saku dengan keyboard tersembunyi. Bila tidak digunakan, keyboard tersebut tampak seperti bidang hitam semata. Bidang itu bisa difungsikan sebagai drawing tablet, bisa digunakan bersama real pen stylus. Laptop ini juga cukup mumpuni untuk Photoshop dan program visual lain. Lalu ada tombol untuk mengaktifkan Halo Keyboard, yang memunculkan huruf-huruf dan tombol keyboard lainnya dalam cahaya. Karena ukurannya yang kecil, mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan diri mengetik di Yoga Book yang layarnya 10,1 inci dan memiliki tampilan full-HD-resolution ini.

Virtual reality
Bila biasanya kita menggunakan virtual reality (VR) dengan ponsel, berbeda yang ditawarkan Alcatel Vision. Perangkat VR Alcatel tidak memerlukan ponsel untuk menyajikan visual dari realitas virtual. Alcatel Vision dilengkapi dua tampilan OLED di dalamnya, masing-masing satu untuk tiap mata, tak perlu lagi memasang ponsel pintar di alatnya. Tak kalah menarik dari HP, yakni tas punggung Omen X virtual reality backpack. Itu merupakan desktop yang lengkap dengan fitur gaming, dikenakan di punggung sehingga penggunanya bisa memainkan virtual reality tanpa harus khawatir tersangkut kabel.

Internet On Things/IoT
Perkembangan internet on things (IoT) semakin pesat di rumah tangga. Sejumlah perangkat rumah pintar juga meramaikan IFA, salah satunya kulkas. LG yang memamerkan Smart Instaview Door-in-Door Fridge menarik perhatian. Kulkas itu memiliki panel translucent di pintunya. Ketika digelapkan, terlihatnya seperti layar sentuh. Namun, dengan sekali ketukan untuk mengaktifkan pintu translucent, seisi kulkas bisa dilihat dari luar tanpa harus membuka pintunya.
Pintunya yang memang layar sentuh dilengkapi Windows Tablet dan kendali suara Cortana, memiliki banyak ikon yang bisa dengan mudah dipilih. Ikonnya bervariasi, mulai sekadar fakta kesehatan yang ingin Anda ingat hingga catatan preferensi bahan makanan penghuni rumah. Berkat Windows 10, berselancar ke internet, memainkan musik dan video, bisa dilakukan dengan bantuan Cortana berupa perintah suara. Di samping kulkas, meja pengisi daya nirkabel juga mendapatkan perhatian. Fonesalesman yang berbasis di London memamerkan Furniqi di IFA. Sepintas, meja yang terbuat dari bambu yang potongannya bersih itu terlihat seperti meja bundar biasanya. Letakkan perangkat apa pun yang mendukung Qi wireless charging di atas meja tersebut, baru Anda sadar itu bukan meja biasa karena baterai ponsel bisa langsung terisi. Ada dua lingkaran yang dibuat samar di permukaan meja, itulah lokasi pengisian daya. Untuk sumber listriknya sendiri, meja tersebut menggunakan kabel listrik, dikamuflasekan dalam warna senada kayu.

Baca Juga

Dok.Ist

Fotile Indonesia Perkenalkan Konsep Dapur Bahagia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:15 WIB
Fotile telah banyak berinvestasi dalam praktik penelitian dan pengembangan peralatan dapur terkemuka di dunia selama 25...
Ist/Kemenkominfo

Kemenkominfo Gandeng Aruna Sosialisasi Adopsi Teknologi Digital Bersama Nelayan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:48 WIB
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya Kemenkominfo dalam mengedukasi masyarakat akan teknologi digital khususnya bagi nelayan...
AFP

Penelitian Terbaru Ungkap Sejumlah Tantangan Edge Computing

👤Budi Ernanto 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:15 WIB
Ada strategi-strategi yang dapat diadopsi oleh para profesional di bidang TI dan pengambil keputusan untuk future-proofing kemampuan edge...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya