Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI berbagi pesan WhatsApp, Kamis (7/1), meminta sekitar 2 miliar penggunanya untuk menerima perubahan kebijakan yang mengizinkan aplikasi itu berbagi lebih banyak informasi pengguna dengan perusahaan induknya Facebook serta menggelontorkan iklan dan e-commerce.
Kebijakan itu memicu kritik dari para pengguna karena mereka dipaksa menerima perubahan itu atau mereka tidak akan bisa lagi menggunakan aplikasi itu per 8 Februari mendatang.
Facebook berencana memonetisasi WhatsApp dengan mengizinkan perusahaan menghubuni klien mereka lewat aplikasi itu, bahkan menjual produk mereka secara langsung, seperti yang sudah dilakukan di India.
Baca juga: Facebook Hapus Tombol Like dari Pages
"Kebijakan privasi dan perbaharuan syarat dan ketentuan adalah hal biasa di industri ini. Kami memberikan para pengguna pemberitahuan agar mereka bisa menilai perubahan yang akan mulai berlaku pada 8 Februari," ungkap seorang juru bicara Facebook.
"Semua pengguna harus menerima kebijakan baru itu jika mereka masih ingin terus menggunakan WhatsApp," imbuh juru bicara itu.
Facebook mengatakan perubahan kebijakan itu akan mengizinkan lebih banyak pembagian informasi antara WhatsApp dan Facebook, dan aplikasi milik Facebook lainnya seperti Instagram dan Messenger, yang mencakup kontak dan data profil, namun tidak isi pesan yang akan tetap rahasia.
Di Uni Eropa dan Inggris, kebijakan baru itu hanya mengizinkan pengembangan fungsi untuk pengguna profesional pada WhatsApp Business.
Aktivis hak konsumen memperingatkan bahwa perubahan kebijakan WhatsApp itu tidak legal.
"Jika cara satu-satunya menolak perubahan itu adalah tidak lagi menggunakan WhatsApp, itu berarti persetujuan itu dipaksakan karena penggunaan data pribadi adalah hal ilegal," ujar Arthur Messaud, pengacara di La Quadrature du net, asosiasi yang membela hak pengguna internet. (AFP/OL-1)
Isu chat WhatsApp bisa disadap kembali ramai. Simak penjelasan bagaimana penyadapan terjadi, peran spyware di ponsel, serta langkah pencegahan agar akun tetap aman.
WhatsApp berupaya menjadi platform yang inklusif bagi semua kalangan dalam merencanakan berbagai kegiatan, mulai dari hal sederhana hingga koordinasi yang lebih kompleks.
WhatsApp bisa dinonaktifkan sementara tanpa hapus akun. Simak cara menonaktifkan WhatsApp di iPhone dan Android dengan aman dan praktis di sini.
Banyak pengguna WhatsApp ingin membuat pesan terlihat lebih menarik dengan tulisan berwarna.
Saat memilih media, pengguna dapat mengetuk ikon “HD” sebelum mengirim. Fitur ini cocok untuk berbagi dokumen penting, portofolio foto, atau momen spesial
Bingung menyusun kalimat izin keluar grup WhatsApp? Temukan panduan lengkap dan contoh ucapan pamit yang sopan, profesional, dan tidak menyinggung perasaan di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved