Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Komite Ad-Hoc belum Jelas

Sat/R-4
27/11/2015 00:00
Komite Ad-Hoc belum Jelas
(MI/BARY FATHAHILAH)
PENYELESAIAN kekisruhan sepak bola nasional sepertinya masih jauh dari harapan.

Terbukti, pembentukan komite ad-hoc saja masih belum menemui kejelasan.

Tim yang ditawarkan FIFA untuk mencari solusi itu masih jalan di tempat.

Padahal, sudah lebih dari tiga pekan wacana itu disampaikan ke publik pada awal November lalu.

Dalam beberapa kesempatan, perwakilan PSSI selalu menyebutkan pembentukan komite itu harus segera berjalan.

Pasalnya, jika hingga rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA pada 2-3 Desember mendatang pembentukan komite ad-hoc belum juga memberikan sinyal positif, Indonesia dikhawatirkan akan dijatuhi sanksi lebih berat lagi tahun depan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dinilai tidak berkomitmen menyelesaikan kekisruhan sepak bola nasional.

Itu disebabkan pemerintah menjadi penyebab belum terbentuknya komite ad-hoc hingga saat ini.

Pemerintah menolak bergabung dalam komite yang bertugas melakukan reformasi PSSI itu dengan alasan belum adanya term of reference (TOR) yang jelas.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyadari pihaknya dalam tekanan publik.

Namun, ia menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak dapat mengambil langkah konkret sebelum TOR komite ad-hoc diberikan FIFA.

"Lo gimana wong TOR-nya saja belum ada? Saya nilai wajar jika mereka menilai seperti itu, dan itu hak mereka. Yang penting dari kami tetap berusaha," jelas Gatot.

Pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi lebih lanjut dengan FIFA.

Pemerintah pun enggan bergerak aktif mendorong FIFA untuk sesegera mungkin menyelesaikan rincian TOR tersebut.

"Kerjaan mereka bukan hanya ngurusin Indonesia. Sebenarnya kami bisa saja kirimkan surat lagi dan proaktif. Tapi khawatir juga nanti pemerintah ini dikira bawel. Mereka tidak bisa buru-buru."

Sebelumnya, dalam komunikasi antara pemerintah dan FIFA, sejumlah nama anggota komite ad-hoc telah disampaikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya