LIONEL Messi mengakhiri catatan buruk di Liga Champions. Striker Barcelona itu dalam delapan laga di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut hanya mencetak satu gol saat semifinal 2015 menang melawan Bayern Muenchen yang berkesudahan 3-0. Kini setelah sembuh dari cedera lutut, Messi mendapatkan kepercayaan menjadi starter saat Barca menang 6-1 atas Roma di Camp Nou, kemarin. Padahal, saat el Clasico melawan Real Madrid, Sabtu (22/11), Messi tampil kurang apik saat masuk pada menit ke-56. Kesempatan itu dimanfaatkan Messi dengan melesakkan dua gol. Opta mencatat bahwa dengan torehan di laga melawan Roma itu, Messi sudah terlibat dalam 100 gol Barca di Liga Champions dalam 101 pertandingan. Rinciannya ialah Messi mencetak 78 gol dan membukukan 22 assist.
Gol Messi itu hanya kalah dari Cristiano Ronaldo yang sudah terlibat dalam 105 gol di Liga Champions. Penampilan konsisten Barcelona membuat mereka berpeluang menyapu trofi La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions seperti musim lalu. Sebelumnya tim besutan Luis Enrique itu sudah meraih treble kedua dalam sejarah klub itu setelah yang pertama pada musim 2008/2009. Mereka menjadi klub Eropa pertama yang bisa meraih treble dua kali. Dengan performa seperti sekarang, Barca terlihat akan sulit dikalahkan tim mana pun. Akan tetapi, Messi tak mau membahas treble saat musim belum berjalan separuhnya. "Kami berada di level yang sangat bagus, tapi musim masih panjang. La liga, Liga Champions, dan Copa akan ditentukan," ujar Messi dikutip Football Espana.
Dalam laga itu, meski tampil tanpa Andres Iniesta dan Javier Mascherano, permainan Barca tetap beringas. Luis Suarez dan Lionel Messi bahkan bergantian menjebol gawang Wojciech Szczesny hanya dalam 4 menit (15' dan 18') sebelum striker Uruguay itu menutup paruh pertama dengan skor 3-0 hanya beberapa saat sebelum jeda. Seakan tak puas baru mempersembahkan tiga gol di depan pendukungnya, Gerard Pique membuka keran gol Blaugrana kembali pada menit 56. Tiga menit kemudian, Messi mencetak gol keduanya sebelum Adriano Correia membukukan gol terakhir Barca (77'). Satu-satunya cela bagi tuan rumah ialah saat Neymar tak mampu mengonversi penalti menjadi gol pada menit 76.
Bagi kiper Marc Andre Ter Stegen, gol hiburan Edin Dzeko juga menjadi sedikit noda di malam nyaris sempurna itu. Pelatih Luis Enrique ikut bangga dengan penampilan dan prestasi timnya malam itu. Namun, ia menjamin ini bukan klimaks dari performa Blaugrana yang baru menyelesaikan sepertiga perjalanan mereka musim ini. "Kami menjalani setiap laga dengan serius dan komitmen. Ini masih sepertiga musim dan permainan terbaik kami belum keluar," kata eks juru taktik AS Roma tersebut. Sebuah mesin Pelatih AS Roma Rudi Garcia mengaku kecewa dan marah setelah timnya kalah telak dari Barcelona. Akan tetapi, dia juga sadar bahwa mengalahkan Barca pada saat ini ialah hal yang mustahil. Menurut Garcia, Barca sekarang memang sedang bagus-bagusnya. Karena itu, mengalahkan mereka di Camp Nou menjadi hal yang mustahil. "Sebuah tim yang mengalahkan Real Madrid 4-0 dan sedang bermain di puncak performa ialah mesin yang tak terkalahkan," ucap Garcia di situs resmi klub.