STADIO Olimpico bersiap menggelar salah satu laga paling menentukan di fase liga Liga Europa musim 2025/2026, Jumat (23/1) dini hari WIB. AS Roma dan VfB Stuttgart akan saling sikut dalam pertemuan kompetitif perdana mereka. Dengan hanya dua laga tersisa di fase grup, kemenangan di ibu kota Italia ini hampir dipastikan akan mengunci satu tempat di zona delapan besar klasemen kolektif.
Kondisi Tim: Gasperini Temukan Formula, Stuttgart Kehilangan Kreator
Tuan rumah AS Roma memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah memetik kemenangan 2-0 atas Torino di Serie A. Di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, I Giallorossi menunjukkan transformasi taktis yang agresif.
Kabar baik bagi publik Roma adalah kembalinya Paulo Dybala ke kondisi bugar setelah sempat terserang flu. Selain itu, striker muda Evan Ferguson juga dipastikan tersedia setelah pulih dari cedera otot.
Namun, Roma harus tampil tanpa bek andalan Mario Hermoso yang masih menepi karena cedera. Sementara itu, rekrutan baru seperti Donyell Malen dan Robinio Vaz belum bisa diturunkan karena regulasi pendaftaran pemain baru yang hanya diperbolehkan saat memasuki fase gugur.
Di kubu lawan, VfB Stuttgart datang ke Italia dengan catatan impresif tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Namun, pelatih Sebastian Hoenes menghadapi lubang besar di lini tengah. Bilal El Khannouss, motor serangan Die Schwaben, harus absen karena akumulasi kartu kuning. Beban kreatif kini akan bertumpu sepenuhnya pada bahu Deniz Undav dan Chris Führich untuk membongkar pertahanan Roma.
Analisis Taktik: Agresivitas vs Transisi Cepat
Gasperini diprediksi akan menginstruksikan anak asuhnya untuk melakukan high-pressing sejak menit awal. Keberadaan Evan Ferguson sebagai tembok di depan akan memberikan ruang bagi Dybala dan Lorenzo Pellegrini untuk mengeksploitasi celah di lini belakang Stuttgart yang sering kali rapuh saat bermain tandang di Eropa.
Stuttgart sendiri kemungkinan besar akan bermain lebih pragmatis. Tanpa El Khannouss, mereka akan mengandalkan transisi cepat melalui sayap yang dihuni Jamie Leweling. Masalah utama bagi wakil Bundesliga ini adalah rekor tandang mereka di kompetisi Eropa yang kurang stabil, berbanding terbalik dengan Roma yang memenangkan enam dari delapan laga kandang terakhir mereka di semua ajang.
Statistik Kunci dan Klasemen Sementara
| Detail | AS Roma | VfB Stuttgart |
|---|---|---|
| Peringkat Klasemen | 10 | 9 |
| Poin | 12 | 12 |
| Selisih Gol | +5 (10-5) | +7 (12-5) |
| Top Skor (UEL) | Artem Dovbyk (3 Gol) | Bilal El Khannouss (3 Gol) |
Prediksi Susunan Pemain
AS Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ndicka, Angelino; Celik, Cristante, Kone, El Shaarawy; Pellegrini, Dybala; Evan Ferguson.
Pelatih: Gian Piero Gasperini.
VfB Stuttgart (4-2-3-1): Nubel; Vagnoman, Rouault, Chabot, Mittelstadt; Karazor, Stiller; Leweling, Millot, Fuhrich; Deniz Undav.
Pelatih: Sebastian Hoeneß.
Prediksi Skor
Melihat atmosfer Olimpico yang selalu intimidatif bagi lawan dan kembalinya pilar-pilar utama Roma, tuan rumah sedikit lebih diunggulkan. Stuttgart akan memberikan perlawanan sengit lewat serangan balik, namun absennya El Khannouss akan mengurangi daya dobrak mereka secara signifikan.
Prediksi Media Indonesia: AS Roma 2-1 VfB Stuttgart
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
