Minggu 24 April 2022, 04:55 WIB

Al-Qur’an Petunjuk yang Hidup

Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah | Renungan Ramadan
Al-Qur’an Petunjuk yang Hidup

MI.Duta
Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

 

RAMADAN ialah bulan Al-Qur'an. Dalam sejarah, Al-Qur'an diturunkan pertama kali pada Ramadan. Secara amaliah, Ramadan ialah bulan kita dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Amalan itu merupakan contoh Rasul.

Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas RA, setiap malam pada Ramadan, Rasulullah Muhammad SAW senantiasa tadarus bersama Jibril alaihi al-salam. Rasulullah mengulang-ulang (murajaah) ayat-ayat Al-Qur'an yang telah diwahyukan.

Selama Ramadan, umat Islam bergairah membaca Al-Qur'an. Di banyak daerah, umat Islam menyelenggarakan tadarus Al-Qur'an setelah Tarawih. Tadarus biasanya dilakukan dengan semaan: bergantian membaca, yang lain mendengarkan (sama).

Setiap malam minimal satu juz sehingga di akhir bulan khatam 30 juz. Selain tradisi tadarus, sebagian umat Islam yang mampu membaca dengan bagus bertadarus mandiri, one day one juz: satu hari satu juz. Bagi pemula, banyak yang memanfaatkan Ramadan sebagai momentum belajar membaca (qiraah) atau meningkatkan kemampuan (tahsin) Al-Qur'an.

Tidak ada tuntunan, apalagi keharusan, untuk khatam Al-Qur'an pada Ramadan. Yang lebih penting ialah kualitas dan intensitas membaca, bukan kuantitas bacaan. Al-Qur'an ialah bacaan yang sempurna dan karena itu, membacanya haruslah sempurna (tartil). "...dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (Qs Al-Muzzammil [73]: 4).

AL-QUR'AN, menurut Al-Qurtubhi, dalam Al-Tidzkar fi Afdhal al-Adzkar, menyebut 50 nama Al-Qur’an. Al-Suyuthi, dalam Al-Itqan fi Ulum Alquran, menyebut lebih dari 60 nama.

Sebutan dan nama-nama Al-Qur’an menunjukkan tujuan, fungsi, manfaat, dan hikmah membaca Al-Qur’an. Di antara nama yang paling banyak disebut setelah Al-Qur’an dan Al-Kitab ialah hudan (petunjuk).

"Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan atas petunjuk itu serta sebagai furqan: pembeda antara yang hak dan batil..." (Qs Al-Baqarah (2): 185).

Al-Qur’an adalah petunjuk yang menuntun manusia kepada jalan yang benar, keselamatan, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Al-Qur’an memberikan kekuatan bagi kaum beriman untuk teguh di jalan yang benar dan menegakkan kebenaran. Agar Al-Qur’an dapat menjadi petunjuk kehidupan (guidance for life), manusia hendaknya menjadikannya sebagai petunjuk yang hidup (living guidance) melalui tilawah Al-Qur’an.

Menurut Abdullah Yusuf Ali, tilawah Al-Qur’an meliputi empat aspek: membaca dengan benar, memahami secara mendalam, mengamalkan dengan sungguh-sungguh, dan mendakwahkan dalam seluruh bidang kehidupan.

Di kalangan umat Islam terdapat gerakan membaca Al-Qur’an dengan target bacaan tertentu. Gerakan spiritualisasi Al-Qur’an ini didasari pemahaman bahwa membaca Al-Qur’an (walaupun tidak memahami arti) merupakan ibadah, tetapi gerakan ini tidaklah cukup.

Yang lebih diperlukan ialah internalisasi Al-Qur’an ke dalam diri, menjadikan, dan mendakwahkan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang membimbing manusia berperilaku qurani. Hidup damai dalam cahaya Al-Qur’an dan mendamaikan kehidupan dengan membumikan rahmat Al-Qur’an.

Baca Juga

MI/Seno

Merawat Kemabruran Puasa

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Sabtu 30 April 2022, 04:10 WIB
Akhlak Tuhan dapat dikenal melalui sifat-sifat-Nya sebagaimana tergambar dalam nama-nama indah-Nya (al-asma`...
MI/Seno

Ramadan dan Mudik Lebaran

👤Moh Najib Wakil Ketua Umum MPP ICMI 🕔Jumat 29 April 2022, 04:55 WIB
DI antara keistimewaan Ramadan ialah Ramadan menjadi bulan penghapus...
MI/Duta

Puasa dari Elektabilitas Survei

👤Nadirsyah Hosen Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru 🕔Kamis 28 April 2022, 04:15 WIB
SAAT ini hasil survei menjadi ukuran...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 19 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN