Kamis 15 April 2021, 03:30 WIB

Membangkitkan Ekonomi lewat Takjil Ramadan

MI | Ramadan
Membangkitkan Ekonomi lewat Takjil Ramadan

ANTARA
Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Kampung Ramadan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta.

BULAN Ramadan di masa pandemi kali ini membawa harapan yang lebih terang bagi para penjaja takjil. Tahun ini, sejumlah pemerintah daerah mengizinkan masyarakat berjualan takjil menjelang berbuka puasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, berbeda dengan tahun lalu yang sama sekali dilarang.

Salah satu lokasi berjualan takjil pasar Ramadan di Kota Yogyakarta ialah di sekitar Masjid Jogokariyan. Takmir Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Ariadi, mengatakan sebanyak 180 pedagang ikut serta dalam pasar sore ramadan Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) 2021. "KRJ tahun ini kembali digelar sebagai upaya kembali membangkitkan perekonomian warga. Protokol kesehatan tetap menjadi prioritas kami," ujarnya di Yogyakarta, kemarin.

Pada 2020, pihaknya sempat tidak melaksanakan KRJ. Namun, warga sekitar tetap menjajakan dagangan mereka di sepanjang jalan di sekitar Masjid Jogokariyan.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad meminta protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan di pasar Ramadan. "Saya sudah menugaskan Linmas untuk mengawasi protokol kesehatan di pasar-pasar Ramadan di lingkungannya," terang Noviar, Selasa (13/4). Penjual dan pembeli diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali menggelar pasar beduk di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu, Selasa (13/4). Kepala Dinas Koperasi UMK Zulfakar menyampaikan bahwa pihaknya memfasilitasi tempat tersebut bagi UMKM kuliner Sekayu secara gratis. "Ini salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Muba untuk memulihkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pedagang kuliner dalam wilayah Kabupaten Muba ini. Jadi silakan manfaatkan tempat ini dengan sebaik-baiknya.

Terpisah, salah satu pedagang takjil di Pasar Klender, Liza, mengungkapkan bahwa pandemi covid-19 memengaruhi pemasukannya dalam berjualan. Namun, dia optimistis banyak masyarakat yang membeli dagangannya pada Ramadan tahun ini. "Harapan tahun sekarang mudah-mudahan ramai daripada tahun sebelumnya," kata Liza di Jakarta, Selasa (13/4).

Penjual timun suri, Andi, juga mengharapkan keuntungan lebih banyak tahun ini. "Mendingan sekaranglah daripada tahun lalu. Sekitar 50%-lah untungnya," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa para pembeli biasanya mencari timun suri untuk menu berbuka puasa. Per kilogramnya, dia menjual timun suri tersebut dengan harga Rp15 ribu. "Selain timun suri, juga mereka mencari blewah," imbuhnya.

Baca Juga

Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...
ANTARA/Iggoy el Fitra

Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Perkuat Simpul Persaudaraan

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 11:12 WIB
Melalui silaturahmi antarsesama muslim dan seluruh komponen bangsa, rasa persaudaraan yang otentik akan tumbuh mekar bila dilandasi dengan...
ANTARA/Makna Zaezar

Merenungkan Kembali Makna Idul Fitri

👤Humaniora 🕔Kamis 13 Mei 2021, 11:00 WIB
Perjuangan melawan nafsu, perjuangan melawan setan pertempuran itu berlanjut tidak ada hentinya kecuali setelah kita...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-05-14

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 14 Mei 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:49 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 17:57 WIB
Isya : 18:52 WIB

TAUSIYAH