JEMMY Alexander, mantan ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, mengakui penggunaan dana operasional menteri (DOM) salah satunya untuk membayar ongkos pijat bekas atasannya itu.
Setidaknya Rp10 juta per pekan, APBN harus membayar kebutuhan pribadi Jero.
Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, Jero, beber Jemmy, selalu minta dipijat tiga kali dalam sepekan.
"Bapak hanya tidur 2-4 jam per hari. Untuk memulihkan keadaannya, Bapak minta dipanggilkan jasa pijat," ujar Jemmy dalam sidang dengan terdakwa Jero Wacik itu.
"Bayarnya pakai uang DOM. Dikasih setiap minggu, besarnya Rp10 juta, dari Kasubag Rumah Tangga Ibu Nur Widia Sari," tambahnya.
Jemmy menyebut Jero juga menggunakan DOM tiap minggu untuk bermain golf.
Setiap bermain, Jero selalu memberi tip Rp1 juta kepada caddy.
Saat mendengar pemaparan Jemmy, mata Jero berkaca-kaca.
"Inilah kehidupan. Jadi kalau saya pijat di kantor, bayarnya pakai uang kamu, ya itu bagian dari pekerjaan. Saya tidak pernah ngurus," kata Jero.
Di sidang yang sama, mantan Kabag Kerja Sama Kementerian ESDM Athena Falahti mengaku pernah disuruh mantan Sekjen ESDM Waryono Karno membeli tiket konser Stevie Wonder untuk Jero Wacik sekeluarga.
"Semuanya Rp50 juta," kata Athena.
Uang itu bukan dari kantong pribadi Jero, tapi dari Koordinator Kegiatan Setjen ESDM Sri Utami.
Bulan depannya, April 2012, Jero sekeluarga kembali ingin nonton konser Lady Gaga.
"Totalnya Rp10 juta. Uangnya dari Ibu Sri lagi," ujarnya.
Dalam perkara itu, Jero didakwa melakukan tiga perbuatan yaitu merugikan keuangan negara dari DOM hingga Rp10,59 miliar, menerima hadiah dari perusahaan rekanan pengadaan sebanyak Rp10,381 miliar, serta menerima Rp349 juta dari Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Pertambangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Herman Arief Kusumo untuk perayaan ulang tahunnya ke-63.