Sabtu 12 November 2022, 08:25 WIB

Wakil Ketua MPR Menilai TKI di Jepang Perlu Pendampingan

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Wakil Ketua MPR Menilai TKI di Jepang Perlu Pendampingan

ANTARA Foto/Agus Setiawan
Ilustrasi

 

Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan menilai perlu adanya pendampingan untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI), terutama pemagang di Jepang, baik dari kementerian terkait maupun dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo).

“Harus ada pendampingan. Mereka itu ‘kan masih labil kadang-kadang karena pindah dari satu dunia ke dunia lain, jadi harus ada pendampingan,” kata Sjarif saat ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya di Tokyo, Jumat (11/11).

Pernyataan tersebut menyusul sejumlah kasus yang melibatkan WNI akhir-akhir ini, seperti kasus bunuh diri pemagang asal Jawa Tengah di Saitama, akhir Agustus lalu serta baru-baru ini kasus perampokan minimarket di Tokyo, akhir Oktober lalu.

Namun, dia mengakui bahwa proses pendampingan terhadap para pekerja WNI di Jepang tidak mudah, terutama saat ini terdapat total sekitar 65.000 diaspora Indonesia. “Semakin banyak orang yang terlibat, semakin banyak persoalan yang muncul. Justru di situ lah tantangannya KBRI, ‘kan kalau tidak ada masalah ya enggak dinamis,” katanya.

Sementara itu, Koodinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Ali Sucipto mengatakan bahwa tidak ada pendampingan secara khusus terhadap para TKI di Jepang.

Namun, dia menjelaskan pihaknya bermitra dengan sebuah institusi Jepang di mana terdapat satu tenaga ahli psikologi Indonesia yang biasanya membantu terkait permasalahan mental diaspora di negara tersebut. “Kalau untuk tenaga psikolog, tenaga ahli di KBRI sendiri tidak ada. Kami kenal salah satu institusi di sini yang memiliki keahlian seperti itu dan kebetulan ada orang Indonesia,” katanya.

Dengan adanya tenaga ahli Indonesia tersebut, menurut Ali, komunikasi yang dijalin antarsesama WNI diharapkan bisa lebih mudah.

“Jadi biasanya kalau ada teman-teman yang mungkin merasakan tekanan, depresi atau stres biasanya kita arahkan ke sana karena ada orang yang bisa berbahasa Indonesia. Jadi, mungkin komunikasinya akan lebih gampang dibandingkan kalau misalnya tenaga ahli berbahasa Jepang atau bahasa Inggris,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga membuka hotline selama 24 jam melalui dua nomor kontak, di antaranya +818035068612 dan +818049407419 dan grup aplikasi WhatsApp. “Hotline selalu buka 24 jam. kalau ada apa-apa boleh hubungi ke kami di hotline tersebut,” katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara Foto/Reno Esnir

KPK Sita Rp1,5 Miliar Terkait Kasus Bupati Bangkalan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 09 Desember 2022, 20:46 WIB
KPK, kata Ali, akan mengonfirmasi barang bukti itu kepada sejumlah saksi. Lembaga Antikorupsi juga mengembangkan sejumlah barang bukti lain...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Hakim Wahyu Iman Santoso Tetap Sidang Kuat Ma'ruf

👤Irfan Julyusman 🕔Jumat 09 Desember 2022, 19:05 WIB
Kepastian tersebut diketahui dari jadwal sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J oleh pejabat Humas PN...
MI/Duta

Bamsoet Diminta Hentikan Wacana Penundaan Pemilu

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:39 WIB
Menurutnya, Bamsoet lebih baik meneladani Ketua Umumnya yakni Airlangga Hartarto yang menegaskan bahwa kondisi ekonomi akan baik di tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya