Rabu 25 Mei 2022, 11:15 WIB

Wapres Minta Kerja Keras Regulator dan Pelaku Perbankan Syariah

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Wapres Minta Kerja Keras Regulator dan Pelaku Perbankan Syariah

Dok Setwapres
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

 

Indonesia memiliki peluang besar untuk berperan aktif dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia termasuk melalui penguatan industri perbankan syariah. Namun demikian, ungkap Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hingga saat ini market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih kecil, yaitu sebesar 6,74%.

“Perlu upaya ekstra dari regulator serta pelaku perbankan syariah untuk meningkatkan porsi market share perbankan syariah ke depan,” katanya saat Silaturahim Asosiasi Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu.

Menurut Ma’ruf, potensi penguatan perbankan syariah nasional masih sangat besar. Untuk itu diperlukan berbagai inovasi untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional. “Industri perbankan syariah harus mampu menggali dan memanfaatkan peluang yang ada dengan berbagai cara,” tegasnya.

Ia menyebutkan, perbankan syariah harus mau bersinergi dengan ekosistem industri produk halal. Apalagi saat ini Indonesia merupakan konsumen halal terbesar dunia di mana konsumsi produk dan layanan halal domestik diperkirakan tumbuh hampir 15% selama periode 2020-2025.

“Konsumen yang berbelanja produk makanan dan minuman, fesyen muslim, pariwisata halal, serta kosmetik halal menjadi pasar yang sangat besar bagi perbankan syariah. Sinergi perbankan syariah dengan industri produk halal harus ditingkatkan melalui penciptaan produk dan layanan yang dibutuhkan bagi pengembangan industri produk halal,” jelasnya.

Selain itu, tambah Ma’ruf, perbankan syariah harus mau bersinergi dengan pengembangan dana sosial keuangan syariah. Perbankan syariah harus dapat mengoptimalkan pengelolaan dana keuangan syariah berupa zakat, wakaf, infak, dan sedekah. “Termasuk dalam mendorong pengumpulan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), yang kini pertumbuhan dan jangkauannya semakin meluas berkat digitalisasi keuangan,” paparnya.

Perbankan syariah nasional juga diminta bersinergi proaktif dengan kementerian/lembaga dan dunia usaha, termasuk BUMN untuk mendorong pemanfaatan layanan oleh ASN dan pegawai BUMN. “Salah satunya layanan gaji melalui perbankan syariah,” jelasnya.

Ma’ruf juga meminta agar perbankan syariah bersinergi dengan dunia pendidikan. Selain dalam pengelolaan dana keuangan pendidikan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi masyarakat sejak dini.

“Edukasi keuangan syariah, termasuk pendidikan investasi yang baik dan halal, perlu didorong agar umat terhindar dari jerat penipuan berkedok investasi. Selain dunia pendidikan diperlukan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Ma’ruf, keberadaan berbagai inovasi digitalisasi kini mengubah model bisnis keuangan. “Industri perbankan syariah harus mampu mengambil langkah adaptif untuk memenuhi ekspektasi nasabah akan layanan produk yang cepat, mudah, murah, dan aman,” pungkasnya. (OL-12)

Baca Juga

MI/ Susanto

Dirut PT Adhi Karya Diperiksa Kejagung terkait Korupsi Anak Perusahaan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 06 Juli 2022, 16:57 WIB
Pemeriksaan tersebut terkait dugaan korupsi pembelian tanah yang dilakukan PT Adhi Persada Realti (APR), anak perusahaan Adhi...
MI/ HO

Hendri Satrio: Inklusi Keadilan Sosial Harus Gencar Diwacanakan Politisi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 16:39 WIB
Lolitik inkluasi dalam ruang sosial maupun ekonomi dinilai menjadi...
ANTARA/Maulana Surya

Covid-19 tidak Mengenal Cebong dan Kadrun

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 16:30 WIB
"Covid-19 tidak menyerang orang dengan pilihan politik tertentu. Covid-19 menyerang semua warga dunia, bukan hanya warga Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya