Selasa 24 November 2020, 14:15 WIB

KPK Panggil Anak Rizal Djalil dalam Kasus SPAM PU-Pera

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Panggil Anak Rizal Djalil dalam Kasus SPAM PU-Pera

ANTARA
Juru bicara pelaksana tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PU-Pera Tahun Anggaran 2017-2018. Salah satu saksi yang dipanggil yakni politikus PAN Dipo Nurhadi Ilham.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RD (Rizal Djalil)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Selasa (24/11).

Dipo merupakan anak dari anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil yang menjadi tersangka dalam kasus itu. Penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya yakni hakim Pengadilan Agama Bogor Ida Zulfatria.

KPK sebelumnya menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap SPAM itu yakni Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo. Keduanya diduga terlibat kongkalikong terkait dengan proyek SPAM.

Dalam kasus itu, KPK menduga Rizal turut memuluskan agar PT Minarta Dutahutama mendapatkan proyek di lingkungan Direktorat SPAM Kementerian PU-Pera yaitu proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Rizal diduga merima suap dari Leonardo senilai S$100 ribu. Kasus itu merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) sebelumnya. Saat itu, KPK menjerat 8 orang sebagai tersangka yang saat ini telah divonis bersalah menerima dan/atau memberikan suap.

Kasus yang menjerat Rizal itu bermula pada Oktober 2016, BPK melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas BPK tertanggal 21 Oktober 2016. Surat ditandatangani Rizal dalam kapasitasnya sebagai anggota IV BPK.

Surat tersebut menjadi dasar pemeriksaan atas pengelolaan infrastruktur air minum dan sanitasi air limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU-Pera dan instansi terkait pada 2014, 2015 dan 2016 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan barat dan Jambi.

KPK menduga ada kongkalikong terkait hasil pemeriksaan dan proyek SPAM. Awalnya diduga ada temuan dari pemeriksaan tersebut sebesar Rp18 miliar namun kemudian berubah menjadi sekitar Rp4,2 miliar.

Rizal diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya kemudian menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Direktur SPAM.

Selanjutnya, perwakilan Rizal datang ke Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM. Proyek yang diminati ialah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. (P-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba, Satu Orang Masih DPO

👤┬áRahmatul Fajri 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:46 WIB
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, barang haram itu rencananya akan diedarkan di...
Antara

Polisi Didesak Tindak Aksi Rasisme Terhadap Natalius Pigai

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:24 WIB
Sebelumnya pemilik akun Facebook Ambroncius Nababan, memuat unggahan bernada rasis terhadap...
Ilustrasi

KPK Telusuri Kasus Bansos Berdasarkan Bukti

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:18 WIB
"Terkait materi penyidikan tidak bisa kami sampaikan kepada masyarakat secara detail, nanti pada waktunya akan dibuka di depan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya