Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai NasDem DPR memastikan akan mendorong pembahasan ulang RKUHP secara menyeluruh, bukan hanya sebatas pasal-pasal yang dinilai kontroversial. NasDem juga akan mengomunikasikan hal tersebut kepada fraksi-fraksi lainnya
"Ke depan, Fraksi NasDem berharap RKUHP dilakukan pembahasan kembali secara menyeluruh," kata anggota DPR dari Fraksi NasDem, Taufik Basari, dalam diskusi bertajuk RKUHP dan Restorasi Hukum di Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Pembahasan RKUHP harus dilakukan secara menyeluruh, kata dia, lantaran ada kebutuhan untuk mengkaji kembali keseluruhan pasal-pasal dalam beleid tersebut.
"Setelah kita melakukan kajian ulang terhadap RKUHP, ada beberapa permasalahan terkait dengan penerapan teori hukum pidana dan asas-asas hukum pidana yang memang harus kita lihat keberadaannya di dalam pasal-pasal RKUHP," terangnya.
Fraksi NasDem, kata dia, sudah melakukan kajian awal terhadap isi RKUHP. Hal itu akan diperdalam kembali dengan melakukan diskusi bersama elemen masyarakat lainnya. "Kita berencana untuk keliling ke beberapa kampus, berdiskusi dengan akademisi," ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, pembahasan RKUHP tidak hanya melibatkan ahli hukum pidana, tetapi juga ahli-ahli bidang lainnya, baik sosiologi, antropologi, maupun bidang keilmuan lainnya.
"Bicara hukum pidana aspeknya luas, termasuk juga yang akan kita lakukan adalah simulasi terhadap penerapan pasal-pasal yang ada di RKUHP. Simulasi itu menjadi penting karena ternyata keberatan-keberatan yang ada ini kan terkait apabila ketentuan tersebut dilaksanakan imbasnya bisa bermacam-macam," paparnya.
Taufik pun mengatakan pihaknya berharap pembahasan RKUHP bisa selesai di periode DPR 2019-2024. Yang pasti, lanjutnya, rencana yang dilontarkan NasDem tersebut butuh dukungan fraksi-fraksi lainnya.
"Kita niatkan untuk melakukan lobi-lobi dengan fraksi-fraksi lain, meyakinkan mereka dengan argumentasi yang masuk akal, mudah-mudahan fraksi-fraksi lain punya semangat yang sama," tukasnya.
Visi yang jelas
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Hukum Pidana STIH Jentera Anugerah Rizki Akbari mengatakan pembahasan RKUHP harus ada visi dan politik hukum yang jelas ke depan.
Untuk itu, kata dia, penting dilakukan evaluasi sebelum membahas RKUHP lebih lanjut.
"Yang paling penting kita punya visi dan politik hukum yang jelas, kita maunya ke depan apa. Caranya evaluasi dulu, susun dulu, baru perubahan itu disesuaikan ke sana," ucapnya.
Terkait dengan target pembahasan ulang RKUHP, Anugerah menekankan bahwa output bukanlah yang terpenting. Menurutnya, materi yang tertuang dalam RKUHP yang sudah tersusun dengan baiklah yang harus menjadi fokus dalam pembahasan tersebut.
"Yang penting bukan output-nya, selesai atau enggak, (tapi) materinya udah oke apa enggak. Itu dulu yang harus diperbaiki. Karena kalau itu sudah terjadi, buat jangka waktu seperti apa pun enggak jadi soal karena pada akhirnya masyarakat puas," tandasnya.
Pembahasan ulang, tambahnya, harus lebih baik dari sebelumnya agar kesalahan dan kekurangan yang pernah terjadi tidak terulang lagi. "Ini penting untuk diperhatikan agar dewan tidak terjebak pada persoalan yang sama." (P-3)
Menurut dia, PERADI SAI menilai keputusan ini sebagai tonggak penting untuk memperkuat posisi advokat dalam sistem peradilan pidana.
Menurutnya, sistem penegakan hukum terpadu seharusnya menjadi kesatuan rangkaian antarpenegak hukum untuk menanggulangi kejahatan.
Hukuman mati tidak lagi menjadi pidana pokok tapi pidana khusus. Ini menjadi politik hukum baru dan menjadi suatu jalan tengah
INDONESIA harus berbangga dengan memiliki produk hukum asli dan menanggalkan produk hukum kolonial.
PASAL perzinaan dalam KUHP yang baru dipastikan tidak akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata dan investasi di Indonesia.
RUU KUHP, merupakan RUU terlama yang dibahas oleh DPR hingga disahkan.
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
Sebanyak 3.500 penonton tumplek di empat titik penyelenggaraan Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”
Orangtua perlu memiliki informasi yang cukup dan memadai ketika ingin membagikan edukasi pada anak untuk menyikapi atau merespons kondisi-kondisi sosial politik yang sedang terjadi.
Dompet Dhuafa akan menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan”.
MK menolak lima gugatan yang diajukan sejumlah pemohon berkaitan dengan pengujian formil dan materiil UU TNI
selama ini lebih dari 50% lembaga di Indonesia sudah memberikan layanan menggunakan UU TPKS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved