Senin 09 September 2019, 21:58 WIB

Revisi UU KPK Bentuk Penyempurnaan dan Penguatan KPK

Muhammad Fauzi | Politik dan Hukum
Revisi UU KPK Bentuk Penyempurnaan dan Penguatan KPK

MI/Adam Dwi
Pakart Hukum Tata Negara Universitas Pancasila Muhammad Rullyandi

 

LANGKAH DPR yang telah mengesahkan usulan perubahan Undang-Undnag nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai suatu bentuk evaluasi penyempurnaan fungsi dan kelembagaan KPK.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Pancasila Muhammad Rullyandi mengatakan, KPK yang dibentuk sebagai lembaga independen harus dipertegas dalam kedudukan dibawah lembaga eksekutif yang cara sistem bekerjanya harus independen dalam melakukan fungsi penyidikan dan penuntutan.

"Sehingga tidak dapat diintervensi oleh lembaga kekuasaan manapun," kata Rullyandi dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Sejalan dengan hal tersebut, pria yang pernah menjadi saksi ahli kubu Joko Widodo-Maruf Amin dalam sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi itu, koordinasi dan supervisi harus dikedepankan baik terhadap instansi terkait maupun sesama instansi penegak hukum dalam upaya pencegahan dan sinergitas penindakan sehingga tercipta harmonisasi dalam upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga : Gelar Aksi Budaya, Mahasiswa Dukung Revisi UU KPK

Adanya usulan terhadap dewan pengawas yang dibentuk guna memberikan pengawasan penyadapan, lanjut Rullyandi, merupakan suatu langkah pencegahan dan mengurangi potensi penyalahgunaan kekuasaan.

 Sehingga prinsip negara hukum adanya pembatasan kekuasaan dpt diwujudkan dalam semangat pemberantasan korupsi.

"Usulan lain dalam penyempurnaan yang patut diapresiasi adalah menambah kewenangan KPK dalam penghentian penyidikan sehingga dengan adanya putusan pengadilan yg tdk sejalan dengan hasil proses penyidikan dan pembuktian di KPK menguatkan urgensi kewenangan penghentian penyidikan demi kepastian hukum," ungkapnya.

Pada prinsipnya, katanya, tidak ada organ kekuasaan negara yang tidak bisa diawasi dan wewenang atribusi KPK hanya bisa dibatasi secara konstitusional oleh pembentuk undang-undang. (OL-7)

Baca Juga

dok pribadi

Spanduk Warung Bergambar Airlangga Bermunculan di Tangerang

👤RO/Micom 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:34 WIB
Warungnya dipasangi spanduk karena pernah mengikuti pelatihan wirausaha maju, dan bergabung dengan komunitas UMKM usAHA yang dibina...
Dok MI/ Rommy Pujianto

Relawan Jokowi Nilai Pola Pikir Rocky Gerung Delusif Bermotif Kebencian

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 18:28 WIB
Asal bicara dan berbeda karena lebih didasari motif...
MI/Lilik Dharmawan

Anggota Komisi VII DPR Minta PLN Percepat Bangun Pembangkit EBT

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 18:15 WIB
PLN disarankan tidak lagi memakai kerangka yang sama dengan 'Independent Power Producer' (IPP) atau perusahaan listrik swasta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya