Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pilkada Serentak, Perludem Minta Masyarakat Hati-hati Memilih

Syarief Oebaidillah
27/11/2015 00:00
Pilkada Serentak, Perludem Minta Masyarakat Hati-hati Memilih
()
Pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 tinggal menghitung hari. Pasangan calon (paslon) kepala daerah mulai menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat.

Namun, sejumlah paslon ditengarai belum siap. Hal ini terlihat  adanya praktik penjiplakan visi dan misi paslon bupati dan wakil bupati. Hal ini terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.


Paslon nomor urut 1, Sofhian Mile dan Sukri Djalumang, nampak menjiplak visi-misi Jokowi-Jusuf Kalla saat menjadi calon presiden dan wakil presiden 2014-2019. Visi misi calon bupati yang diusung  Gerindra, PAN dan Hanura ini telah dipublikasikan pada hampir semua media massa di Banggai dan sekitarnya.‎

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai praktik duplikasi itu menandakan calon kepala daerah hanya menganggap visi dan misi sekadar formalitas.

Menurut Titi, calon kepala daerah yang menduplikasi menandakan hanya mementingkan kekuasaan. "Nafsu berkuasanya sangat ketara ketimbang mementingkan masyarakat," katanya dalam rilisnya kepada pers, hari ini.

Ia khawatir calon kepala daerah dengan kondisi tersebut, ketika terpilih, "Lebih mementingkan kekuasaan ketimbang masyarakat yang telah memilih."

Menurut Titi, gaya calon kepala daerah seperti itu juga menandakan lebih mementingkan pencitraaan. Padahal, jelasnya, substansi dari rencana menjadi kepala daerah, yakni menyejahterakan masyarakat, tak terlihat.

"(Calon kepala daerah yang menduplikasi visi dan misi) Tidak pernah bisa memberikan terobosan, tapi lebih mementingkan pencitraan dan kekuasaan," ujar Titi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk teliti dalam menentukan pilihan.‎(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya