Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Persepsi Positif Terhadap Ekonomi Untungkan Jokowi-Ma'ruf

Insi Nantika Jelita
27/11/2018 22:05
Persepsi Positif Terhadap Ekonomi Untungkan Jokowi-Ma'ruf
(MI/ADAM DWI )

SEBAGIAN besar pemilik hak suara menilai perekonomian Indonesia dalam kondisi sedang dan baik. Persepsi yang positif itu ikut memengaruhi pilihan yang cenderung ke pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Jokowi selalu petahana.  

Hal itu antara lain terungkap dalam pemaparan  hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang bertajuk Kondisi Ekonomi Tentukan Pemenang Pilpres? di Gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jakarta, Selasa (27/11).

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden sepanjang periode 10-19 November 2018. Metode yang dipergunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9%.

Secara nasional, program-program yang dilakukan Jokowi, menurut peneliti LSI Ardian Sopa, relatif dikenal dan disukai masyarakat. Sebanyak 70,3% responden pun menilai kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik.

"Catatan kami misalnya, menganggap persepsi ekonomi ini masih baik di atas 70% karena kinerja pemerintah diapresiasi baik. Kemudian, program-program Jokowi relatif lebih dikenal di atas 50%, dan disukai di atas 90%. Sehingga faktor-faktor ini membuat perekonomian di Indonesia di mata masyarakat masih lebih baik ketimbang ke arah yang lebih buruk," tutur Ardian.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada segmen pulau besar, pendidikan, pendapatan, agama, gender, dan pilihan partai politik. Segmen pulau besar meliputi Sumatra, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua.  

Pasangan Jokowi-Amin unggul di kelima pulau besar pada kelompok pemilih yang memiliki persepsi ekonomi sedang dan baik. Adapun pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul empat pulau besar dan keok di Maluku-Papua pada kelompok pemilih yang memiliki persepsi ekonomi buruk.

Ardian eranggapan pemilih di wilayah timur mayoritas memilih Jokowi karena melihat kinerja pemerintah selama ini. Responden di wilayah itu pun menyumbang pendukung-pendukung kuat Jokowi-Ma'ruf yang tidak goyah meski memiliki persepsi ekonomi yang kurang baik.

Pada segmen agama, pemilih yang menilai kondisi ekonomi buruk dari nonmuslim tetap memilih pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dari segmen agama ini untuk menyatakan baik (kondisi ekonomi) itu ke Pak Jokowi-Ma'ruf Amin, tapi untuk yang yang nilai ekonomi buruk pun ternyata untuk segmen minoritas, berbeda. Malah ke Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Di sini memperlihatkan kalangan minoritas ini relatif jadi pendukung kuatnya Jokowi," jelas Ardian di Gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jakarta, Selasa (27/11).

Lebih lanjut Ardian mengungkapkan baik dari pemilih muslim maupun pemilih nonmuslim mayoritas menyatakan dukungannya terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 87%. Sementara itu, pemilih muslim yang menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang buruk dan menyatakan dukungan ke pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu sebesar 65.6%.

Dari kalangan nonmuslim ang memilih Jokowi-Amin sebanyak 52,2%, sedangkan yang memilih Prabowo-Sandiaga tercatat 43,5%.
 
"Pemilih loyal di segmen agama minoritas yang menilai ekonomi buruk tapi tetap memilih Jokowi-Ma'ruf sebagai capresnya, bisa diartikan mereka tidak terpengaruh oleh naik turunnya kondisi ekonomi Indonesia," ujar Ardian. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya