Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandi, Ferry Juliantono, menuding rival mereka berkampanye dengan menggunakan fasilitas negara.
Tudingan itu menanggapi agenda-agenda kampanye calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo di daerah yang selalu ramai dihadiri massa.
"Itu kalau tidak menggunakan fasilitas negara, menurut saya tidak ada yang datang ke acara Jokowi karena sudah semakin sedikit. Kalau ini kan tidak jelas, karena menggunakan fasilitas negara sehingga kelihatan ramai. Coba saja kalau tidak menggunakan fasilitas negara, yang pasti tidak akan seantusias dari pemilu sebelumnya," ujar Ferry saat dihubungi Sabtu (24/11).
Lebih lanjut Ferry mengatakan langkah mendatangi kantong suara lawan pun dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi. Misalnya, kemarin Prabowo dan Sandi ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Solo yang merupakan lumbung suara dari Jokowi.
Pihaknya tidak takut kehilangan suara kendati ada sejumlah isu yang menghantam Prabowo-Sandi. Sebaliknya, Ferry menilai kubu Jokowi yang seharusnya takut kehilangan suara.
"Justru yang saya rasa takut kehilangan suaranya itu kubu Jokowi, sebab saat ini elektabilitasnya mandek," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Ferry mencontohkan kampanye Prabowo di Jawa Tengah yang pesertanya membludak meski merupakan kantong suara Jokowi. Ketika kampanye Sandiaga pun tidak jauh berbeda.
Menurut dia, kedua belah pihak masih memiliki waktu untuk berkampanye dan memanfaatkannya sebagai sarana menaikkan elektabilitas. Kubu Prabowo lebih optimistis karena tren kenaikan elektablitas Prabowo-Sandi, diklaim Ferry, meningkat secara signifikan.
Elektabilitas yang stagnan, kata Ferry, membuat Jokowi belakangan ini mudah marah dan dipandang sedang dalam situasi stres.
"Saya pikir elektabilitasnya pak Jokowi sekarang relatif stagnan makanya belakangan ini sering marah marah. Mulai dari sontoloyo hingga genderuwo, sampai yang terakhir ngomong 'saya tabok', itu ciri ciri stres," cetus Ferry. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved