Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kemenlu Tegaskan Posisi Indonesia Soal Pemindahan Kedubes Australia

Denny Parsaulian Sinaga
23/11/2018 18:15
Kemenlu Tegaskan Posisi Indonesia Soal Pemindahan Kedubes Australia
(ANTARA FOTO/Kemenlu-Suwandy)

POSISI Indonesia terkait Palestina tidak berubah. Pemerintah tetap menunjukkan sikap proaktif mendukung Palestina, termasuk menentang hal-hal yang dinilai menghambat terwujudnya kemerdekaan Palestina.

"Memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah amanah konstitusi," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (23/11).

Tata, sapaan akrab Arrmanatha Nasir, menanggapi calon Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto yang memandang rencana Australia memindahkan kedutaan besar untuk Israel ke Jerusalem bukan masalah bagi Indonesia. Prabowo menyebut Australia merupakan negara merdeka dan berdaulat, langkah mereka pun semestinya dihormati.

Tata menekankan bahwa isu Palestina adalah masalah keadilan, masalah kemanusiaan, dan pendudukan. Indonesia menentang segala bentuk penjajahan. Hal ini sudah jelas tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang antara lain menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Baca juga:

PKB: Prabowo Sama Saja Dukung Penjajahan Israel ke Palestina

Komentar Prabowo, JK: Biar Masyarakat yang Menilai

Kurang Peka, Prabowo tidak Keberatan Australia Pindahkan Kedubes ke Jerusalem

 

Indonesia bereaksi keras ketika pada Selasa (16/10), pertama kalinya Australia mengungkapkan akan memindahkan kedubes mereka di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Langkah itu mengikuti kebijakan Amerika Serikat yang lebih dulu memindahkan kedutaan AS ke kota yang masuk dalam wilayah sengketa Palestina-Israel tersebut.

Pemindahan kedutaan ke Jerusalem berarti mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel sekaligus melanggar konsensus internasional. Untuk menunjukkan keberatan Indonesia, Presiden Joko Widodo, menelepon Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, pada hari itu. (A-2)  

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya