Kamis 22 November 2018, 17:37 WIB

Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Lucas

Juven Martua Sitompul | Politik dan Hukum
Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Lucas

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

 

JAKSA penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak seluruh nota keberatan terdakwa pengacara Lucas. Majelis hakim diminta melanjutkan proses persidangan.

"Kami mohon majelis hakim menolak eksepsi terdakwa, menetapkan dan melanjutkan sidang sesuai surat dakwaan penuntut umum," kata Jaksa Penuntut KPK Roy Riadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/11).

Sebelum meminta hakim memutus melanjutkan sidang, jaksa penuntut KPK sempat memaparkan poin-poin jawaban atas nota pembelaan Lucas. Salah satunya, keberatan Lucas terkait pemblokiran rekening.

Baca juga: Lucas: Saya Tidak Tahu itu Uang Siapa

Dalam jawabannya, jaksa penuntut menyebut pemblokiran rekening Lucas masih relevan. Hal itu tertuang dalam Pasal 29 ayat (4) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada Pasal 29 ayat (4) beleid itu disebutkan penyidik, penuntut umum, atau hakim dapat meminta kepada bank untuk memblokir rekening simpanan milik tersangka atau terdakwa yang diduga hasil dari korupsi. "Pemblokiran masih relevan sampai pemeriksaan selesai," kata jaksa di hadapan majelis hakim.

Merujuk hal tersebut, jaksa penuntut pun menilai jika permintaan Lucas agar hakim membuka rekeningnya adalah tidak tepat. Sebab, hingga kini proses hukum perkaranya masih berjalan. "Maka dapat disimpulkan tidak termasuk eksepsi, tidak terdapat penyimpangan apa pun dalam proses penyidikan," ucap Jaksa Roy.

Setelah mendengarkan seluruh jawaban jaksa penuntut, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan menunda putusan atas nota pembelaan Lucas. Sidang putusan sela ditunda sampai Kamis, 29 November 2018. "Sidang ditunda minggu depan hari Kamis," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun.

Dalam perkara ini, Lucas diduga membantu Eddy Sindoro melarikan diri. Ia juga disebut menyembunyikan mantan petinggi Lippo Group tersebut ke luar negeri. Tak terkecuali saat Eddy Sindoro akan ditangkap oleh pihak otoritas Malaysia.

Eddy Sindoro sempat dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Malaysia. Namun, Lucas diduga membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia lagi.

Lucas disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Medcom/OL-6)

Baca Juga

Dok MI

Waspadai Jaringan Terorisme, Masyarakat Diminta Bijak Salurkan Sumbangan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:40 WIB
Pasalnya, sumbangan untuk organisasi tak dikenal kerap disalahgunakan untuk jaringan...
ANTARA

Pemilu 2024, KPU Sebut Jumlah Pemilih Mencapai 190 Juta Jiwa

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:31 WIB
Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengemuakan pihaknya telah melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di 34...
MI/ HO

Realisasi Jaring Pengaman Sosial Jokowi Dinilai Bantu Tekan Kemiskinan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:15 WIB
Penyaluran JPS yang tepat sasaran menjadikan program tersebut berjalan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya