Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan alasannya memandu para pengurus OSIS berkeliling Kompleks Istana Bogor, Kamis (3/5). Ia ingin menanam kecintaan sejarah dan rasa memiliki pada kebangsaan kepada para siswa.
Acara kawah kepemimpinan pelajar ini menyatukan para pengurus OSIS berprestasi dari sejumlah wilayah di seluruh Indonesia. Karena itu, setiap siswa berkesempatan untuk mengenal dan berteman dengan siswa dari sejumlah daerah, berbagai latar suku, agama, dan ras.
"Supaya mereka berinteraksi antarprovinsi, antarkota, antarkabupaten, antaretnis, antaragama. Semuanya menyatu dalam acara yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Karena dengan itulah kita jadi tahu bahwa memang kita berbeda-beda," tuturnya saat memberi penjelasan kepada jurnalis.
Jokowi mengaku tidak menyinggung soal ujian nasional (UN) yang baru rampung digelar. "Oh enggak. Ini kan ketua-ketua OSIS. Ketua OSIS kan biasanya kelas dua, jadi mereka belum merasakan UN," jelasnya.
Ketika berinteraksi dengan para siswa, Presiden sempat menanyakan makna kepemimpinan kepada mereka. Ada yang menjawab, kemampuan memberi motivasi, amanah, bertanggung jawab atas kepentingan masyarakat yang lebih luas, menjadi teladan. Ada pula yang menjawab kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri dan memengaruhi orang lain. Presiden menilai semua jawaban benar.
Terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menambahkan, program ini dimulai pada 2015. Sebelumnya, latihan kepemimpinan tingkat dasar dilakukan di sekolah-sekolah dan tidak berjenjang. Pada 2015, Presiden juga menerima para pengurus OSIS berprestasi di Istana Negara, Jakarta. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved