Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Surya Paloh Harap Akademi Bela Negara Wujudkan Nilai Idealisme NasDem

Putra Ananda
02/5/2018 15:25
Surya Paloh Harap Akademi Bela Negara Wujudkan Nilai Idealisme NasDem
(MI/Rommy Pujianto)

PADA hari jadinya yang pertama, Akademi Bela Negara (ABN) diharapkan dapat mewujudkan nilai-nilai idealisme NasDem tentang tata cara berdemokrasi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menyampaikan pidatonya di acara HUT ABN yang berlangsung di Kampus ABN, Jakarta, Rabu (2/5).

Saya mengucapkan selamat kepada Institui Akademi Bela Negara (ABN) yang telah genap berusia 1 tahun. Mari kita sama-sama membangun pemahaman masyarkat bahwa demokrasi harus bisa menunjukkan perbedaan menjadi seuah kebersamaan, pemikiran ini yang harus kita mulai," tutur Surya.
 
Surya melanjutkan, kehadiran ABN selama 1 tahun ini merupakan wujud keseriusan NasDem dalam membangun idealisme bagi para kadernya. ABN dibutuhkan untuk menjelaskan dan mempratikkan wacana pemikiran yang terus berkembang kepada masyarakat.

"Institusi ini diniatkan sebagai bagian wujud pertanggung jawaban idealisme NasDem sebagai parpol," tuturnya.

Surya melanjutkan, NasDem boleh berbangga hati terhadap kehadiran ABN. Meski tidak menarik biaya kepada para siswa, ABN merupakan institusi yang digerakkan bukan dari dana APBN maupun APBD. ABN juga tidak digerakkan dari uang-uang mahar politik yang tidak halal.

"Itulah idealisme, institusi ini harus bergerak terus dengan seluruh konsekwensinya untuk memberikan pelajaran dan pelatihan yang terbaik yang tentu butuh effort yang harus difasilitasi oleh DPP," ungkap Surya.

Dalam pidatonya Surya juga melanjutkan bahwa saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia semakin hari semakin kehilangan nilai-nilai ke-Indonesiannya yang sejati. Surya berharap, ABN mampu menjadi solusi atas pudarnya nilai-nilai Indonesia tentang keramahan dan keberagaman yang sudah mulai diganggu oleh kelompok-kelompok intoleran.

"Saya perlu ingatkan bangsa ini sedang mengalami masalah besar bagai api dal sekam, dia bisa meledak setiap saat. Kita seakan menganggap bisa, padahal kita mengalami disorientasi kehidupan bangsa kita," ungkapnya.

Penerimaan keberagamaan dikatakan oleh Surya sebagai hal yang dapat memmabtu mengokohkan Indonesia seabgai bangsa yang kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia perlu menerapkan nilai-nilai tentang kedisplinan nasional. Sayangnya, saat ini Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat kedisiplinan nasional yang rendah.

"Perilaku sosial kita dengan semangat kekitaan kita yang semakin meredup, tergantikan dengan kepentingan yang semakin ego sentris yang mengutamkan kepentingan pribadi, Kalau ini tidak segera jadi perhatian sunggguh-sungguh maka kita akan meninggalkan otentik jati diri kita sebagai bangsa," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya