Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Prasetyo Ultimatum Jaksa tidak Gadaikan Idealisme

Golda Eksa
15/12/2017 16:23
Prasetyo Ultimatum Jaksa tidak Gadaikan Idealisme
(MI/MOHAMAD IRFAN)

SELURUH jajaran Korps Adhyaksa diultimatum untuk tidak menggadaikan idealisme dalam setiap pelaksanaan tugas penegakan hukum. Tugas harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai amanah ketimbang hanya mengejar kepentingan sesaat maupun kepuasan duniawi.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo di sela-sela acara penutupan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2017, di Gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan, Jakarta, Jumat (15/12). Ia berharap rekomendasi hasil rapat kerja tersebut dapat segera diimplementasikan oleh seluruh lapisan dan strata kejaksaan.

"Manakala hal itu terjadi, maka pertaruhannya tidak hanya menyangkut nama baik dan integritas pribadi, tetapi ikut mencoreng nama keluarga serta berimbas pada runtuhnya wibawa, citra, dan marwah institusi. Ini yang semakin melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan," kata Prasetyo.

Prasetyo mengingatkan agar jajaran kejaksaan mematuhi koridor serta arahan yang telah ditetapkan pimpinan. Hal itu dipastikan dapat membangun kesatuan pola pikir, pola sikap, pola tindak, dan gerak langkah untuk menciptakan harmonisasi kebijakan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, semangat dan kesadaran 'kejaksaan adalah satu dan tidak terpisahkan' (een en ondeelbaar) dapat dimaknai bahwa setiap bidang di lingkup kejaksaan memiliki peran dan fungsi yang sama penting dalam kerangka penegakkan hukum. Soliditas dan sikap kebersamaan harus tetap dijaga guna meningkatkan kekompakan dalam bekerja sama, berkoordinasi, bersinergi, dan berkolaborasi antarsatuan kerja.

"Penekanan saya tetap dan sangat tegas. Kejaksaan saat ini harus menyelaraskan diri dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan bangsa kita untuk mengakselerasi pembangunan di segala bidang dan mempercepat kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Terkait rapat kerja kejaksaan, imbuh dia, seluruh jajaran dituntut terlibat secara aktif, penuh inisiatif, sungguh-sungguh, cepat, dan akurat dalam merealisasikan berbagai rekomendasi yang dihasilkan melalui rapat tersebut. Jaksa harus mampu menunjukkan hasil dari perubahan yang nyata dan mendukung performa optimal guna memperbaiki citra korps di mata publik.

"Saya menaruh perhatian besar terhadap upaya-upaya untuk mewujudkan kejaksaan yang modern. Apalagi hal tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak dan tidak dapat kita tunda-tunda lagi di tengah fenomena kemajuan dan perkembangan teknologi digital dewasa ini."

Prasetyo mengilustrasikan kinerja kejaksaan dengan sebuah konvoi kendaraan. Menurut dia, cepat atau lambatnya sebuah konvoi sampai tempat tujuan bukan tergantung dari kendaraan yang paling cepat, tapi oleh kendaraan yang paling lambat.

"Melalui kesempatan ini saya tegaskan untuk setiap jajaran di masing-masing bidang agar bersiap menjadi kendaraan yang tercepat dalam menjalankan kebijakan untuk menuju arah tujuan yang telah ditetapkan bersama," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya