Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) untuk bersama-sama dalam memberantas berita bohong yang merebak di masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi arus informasi di media sosial yang begitu cepat.
"Saya minta kepada FKPPI agar berada di garda terdepan untuk memberantas berita-berita bohong yang menyesatkan rakyat, memberantas ujaran kebencian yang merusak rakyat, untuk menghadang ajaran lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila," kata Jokowi dalam apel kebangsaan bela negara FKPPI, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, kemarin.
Hadir dalam apel tersebut, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Tak hanya itu, Kepala Negara juga meminta kepada FKPPI untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan memperkecil ketimpangan. Karena itu, saat ini Jokowi tengah fokus dalam membangun infrastruktur di pelosok Indonesia.
"Kita ingin memperbaiki jalur logistik, memperkuat perdagangan dalam negeri, mempersatukan Indonesia, karena infrastruktur juga bisa mempersatukan Indonesia. Kita ingin membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Ia menyebutkan FKPPI telah 39 tahun berkomitmen membela NKRI dan menegakkan Pancasila. Namun, Jokowi tetap bertanya kepada peserta yang mencapai sekitar 10.000, "Adakah Merah Putih di hatimu, NKRI di hatimu, FKPPI di dadamu?" kata dia.
Perkuat persatuan
Menurut Jokowi, jaringan FKPPI yang kuat saat ini harus dioptimalkan untuk memperkukuh rasa persatuan, persaudaraan, dan implementasi nilai-nilai Pancasila.
Menurut dia, di tengah arus informasi yang begitu cepat, semua harus waspada, harus selalu menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Tak hanya itu, jaringan FKPPI di Tanah Air juga bisa membantu masyarakat yang kurang mampu.
"Jaringan FKPPI di seluruh pelosok Indonesia harus dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempersiapkan masyarakat menghadapi kompetisi global, persaingan global yang semakin ketat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta FKPPI agar tetap berkomitmen untuk menegakkan NKRI dan memfokuskan tenaga dan pikiran untuk terus menjaga Pancasila.
"Saya titip, bahwa darah juang mengalir di tubuh FKPPI. Kita harus mengarahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk selalu menegakkan NKRI, memperkukuh Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, dan menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya. Sementara itu, Ketua Badan Bela Negara PP FKPPI Bambang Soesatyo menyatakan upacara tersebut dimaksudkan menggelorakan persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus 'warning' pada berbagai ancaman kebangsaan, termasuk radikalisme.
"FKPPI membuka diri bagi kader-kader kepemudaaan yang ingin berpartisipasi dalam apel kebangsaan dengan satu tujuan mendukung Pancasila dan NKRI," jelas Bambang. (Ant/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved