Senin 29 Agustus 2022, 23:10 WIB

Menulis untuk Keabadian

Dodi Rosadi, Pranata Humas Ahli Muda BRIN, penulis buku Panduan Menjadi Fasilitator Outbound | Opini
Menulis untuk Keabadian

Dok pribadi
Dodi Rosadi

 

ORANG boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan  dari sejarah. Menulis adalah bekerja  untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)

BERKACA dari kutipan kalimat sastrawan Pramoedya Ananta Toer, menulis merupakan bentuk komunikasi kepada pembaca dengan cara menyampaikan ide, gagasan, dan pikiran melalui sebuah tulisan. Di dalam menulis membutuhkan keberanian merancang ide sekaligus mengeksekusinya dengan dilandasi argumentasi bernas.

Salah satu faktor terpenting di dalam menulis adalah jangan pernah takut untuk mencoba. Paling tidak kita bisa mencoba menulis apa yang pernah dialami.

Sejumlah hal yang perlu dilakukan ketika kita akan memulai menulis; 1. Jangan lupa untuk rajin membaca dan riset. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membaca karya orang lain berupa fiksi dan non fiksi. Membaca merupakan cara untuk menambah referensi dan mengembangkan keterampilan dalam menulis. 

Semakin banyak membaca makin bertambah pengetahuan yang didapatkan. Dai situ kita akan banyak mendapatkan ide, membuka wawasan baru, dan memperbanyak pilihan kata (diksi). Hal ini akan memudahkan kita menulis apa yang ada dalam pikiran sesuai topik. Riset menjadi salah satu faktor penting karena kita perlu mengumpulkan informasi dan data untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

2. Bertanyalah kepada ahlinya. Pada tahap ini, kita bisa bertanya tentang topik atau tulisan yang akan dibuat kepada teman atau orang yang berpengalaman. 3. Mengikuti pelatihan menulis. Pada tahap mulai menulis,  kita bisa mengikuti seminar, bimbingan teknis (bimtek), dan workshop tentang kepenulisan. Hal ini bukanlah sebuah keharusan tapi setidaknya bisa memperkaya pengetahuan yang sebelumnya tak kita ketahui.

Sebab dari situ akan banyak manfaat yang bisa diperoleh seperti pengetahuan menjadi bertambah, mengetahui struktur atau teknik di dalam menulis artikel, dan yang tak kalah penting bisa membangun/memiliki kepercayaan diri.

4. Bergabung dengan komunitas menulis. Bergabung dengan komunitas menulis merupakan pilihan paling tepat karena kita bisa saling kenal, mendapatkan ilmu baru seputar tulisan, saling memotivasi, dan saling menginspirasi. Dari situ malah tak jarang akan menghasilkan sebuah karya bersama seperti nulis buku bareng (NuBar).

5. Pilih topik yang dikuasai. Pada tahuan sebelum membuat tulisan, hal yang yang harus dilakukan penulis adalah menentukan topik terlebih dahulu. Pada tahap ini, topik merupakan pokok pikiran atau dasar cerita yang akan kita tulis. 

Pemilihan topik akan lebih menarik kalau kita benar-benar menguasai masalah dengan baik. Kepiawaian menangkap isu, fenomena, dan juga mencari landasan/basis data yang tepat serta analisis tajam, akan membuat tulisan makin enak dibaca.

Satu hal yang harus dipahami adalah jangan setiap peristiwa yang menarik perhatian masyarakat, langsung kita tuangkan dalam bentuk tulisan artikel. Penulis andal ialah yang mampu menerjemahkan fenomena berdasarkan bidang ilmu yang dikuasainya. Spesialisasi menjadi penting digarisbawahi agar kita tidak terjebak sebagai produsen segala tulisan. 

Pembaca adalah raja yang paling berhak menilai kualitas sebuah tulisan. Mereka berhak mendapatkan bukan sekadar informasi dari tulisan yang kita buat, melainkan juga bisa dijadikan referensi sebelum membuat keputusan.

6. Luangkan waktu untuk menulis. Poin inilah yang paling sulit diwujudkan. Ketika akan menulis biasanya diawali dengan sebuah gagasan/ide. Persoalan muncul ketika mendadak ide yang sudah ada tiba-tiba hilang karena berbagai sebab. Agar ide tidak menguap begitu saja, segerakan menulisnya dalam satu dua kata atau kalimat. Dengan begitu ketika ada waktu luang kita bisa mengembalikan ide tersebut.

7. Konsistensi dalam menulis. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan menulis yaitu konsistensi menulis. Ibarat belajar menyetir mobil, kalau cuma membaca teori tanpa pernah mencoba mengemudi tentu akan sia-sia saja.

Ada pepatah menyebutkan alah bisa oleh karena biasa, yang dapat kita artikan bahwa pekerjaan yang sukar/sulit kalau sudah biasa dikerjakan, tentu tak akan menyulitkan. Menulis akan menjadi pekerjaan sulit kalau kita tak pernah melakukan.

Baca Juga

Dok Pribadi

Kesejahteraan Dokter, Isu Terlupakan

👤Iqbal Mochtar Pengurus PB IDI 🕔Rabu 28 September 2022, 07:00 WIB
Memberi gaji rendah kepada dokter mengisyaratkan rendahnya apresiasi terhadap profesi...
MI/Seno

Masalah Bebasnya Napi Korupsi

👤Romli Atmasasmita Guru Besar Emeritus Universitas Padjadjaran 🕔Rabu 28 September 2022, 05:05 WIB
BERITA tentang bebasnya 23 narapidana (napi) korupsi ditanggapi serius berbagai...
Dok. Pribadi

Kenaikan Harga BBM, Momentum Hijrah ke Transportasi Publik

👤M Mashuri Masyhuda Komisaris PT Transportasi Jakarta, anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah 🕔Rabu 28 September 2022, 05:00 WIB
KEBIJAKAN pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah pasti berdampak serius bagi kehidupan masyarakat secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya