Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Gabriele Iacovino Direktur Centre for International Studies (Centro Studi Internazionali/Cesi) Italia
26/1/2021 05:00
Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi
(MI/Seno)

PERKEMBANGAN teknologi baru yang begitu pesat selama beberapa tahun terakhir telah membuka jalan bagi revolusi baru sebagai sebuah proses pembangunan ekonomi dan industri. Menguatnya peran teknologi digital, termasuk di dalamnya internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), big data, serta teknologi informasi dan komunikasi terbaru lainnya, telah memicu perubahan perilaku masyarakat dan individu, serta memperluas kemungkinan akan apa yang mungkin dan dapat dicapai ke depannya.

Perubahan yang terjadi di dunia yang kita jalani, diiringi dengan perubahan pada kebutuhan individu dan kolektif, telah menempatkan pemerintah, komunitas masyarakat, dan sektor swasta di garda terdepan untuk menjawab tantangan baru dari masyarakat dan pasar. Penerapan teknologi baru ke hampir seluruh sektor ekonomi saat ini dapat dianggap sebagai titik awal revolusi industri baru, dengan digitalisasi, jaringan, dan sistem AI merupakan game changer dari sistem produksi.

Faktor daya saing bukan satu-satunya hal yang berubah setelah adanya transformasi teknologi karena, di atas itu semua, juga terjadi perubahan pada kualitas dan keberlanjutan dari proses pertumbuhan di seluruh sistem suatu negara.

Berbicara tentang ekonomi digital berarti membicarakan bisnis dan kesempatan kerja baru, memperluas pasar dan mempertemukan produsen dengan konsumen, mendukung transformasi produk menjadi jasa, dan menyediakan layanan yang lebih efisien. Di saat bersamaan, ekonomi digital juga berarti mengembangkan sistem ekonomi sirkular (circular economic system), yang diharapkan mampu berperan, pada terciptanya keberlanjutan lingkungan hidup.

 

 

 

 

 

 

 

Pendorong pemulihan ekonomi

Nilai strategis ekonomi digital telah terungkap pada seluruh ruang lingkupnya, khususnya dengan terjadinya pandemi covid-19 yang melumpuhkan negara-negara di lima benua, dan mengubah mekanisme pelayanan jasa serta perilaku konsumen.

Implementasi dari revolusi digital tidak hanya sebagai alat untuk membantu ekonomi keluar dari jeratan krisis, tapi juga dapat membentuk pemikiran inovatif dari seluruh sektor, dan membentuk ekosistem negara yang lebih luas cakupannya. Sebagai dampak dari pandemi, Italia, contohnya, menyadari bahwa digitalisasi dapat menjadi pendorong menuju pemulihan ekonomi.

Kebijakan karantina wilayah (lockdown), dan jaga jarak sosial (social distancing), mendorong pelaku usaha untuk berinovasi dengan membuat proses dan model bisnis mereka lebih efisien dan dapat melayani kebiasaan baru para konsumen. Contohnya, pada 2020, pertumbuhan sektor e-commerce di Italia harus meningkat dari 35% menjadi 40% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi seperti itu sangat mungkin terjadi bagi negara yang lingkungan bisnisnya dibentuk UMKM.

Dalam konteks ini, potensi digitalisasi mulai membuahkan hasil pertamanya pada tahun lalu, dengan UMKM yang paling banyak berkembang ialah mereka yang berinvestasi dalam inovasi sehingga berhasil menyingkirkan stagnasi pada perekonomian nasional dan menjadi contoh sukses pengembangan bisnis di Eropa.

Digitalisasi juga telah meningkatkan keahlian dan keterampilan Italia di sektor tradisional mereka, seperti sektor industri makanan atau desain, berkat integrasi teknologi baru dan tradisi sehingga membawa produk buatan Italia semakin diminati ke depannya. Kombinasi inovasi dan tradisi hanyalah salah satu aspek dari bagaimana revolusi digital telah berdampak pada ekonomi Italia.

Memang, Italia merupakan salah satu negara yang unggul dari segi manufaktur teknologi dan inovasi, serta dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk mengakselerasi transformasi menuju digitalisasi. Bahkan, jika Italia sendiri masih dalam proses mengelaborasi strategi komprehensif menuju digitalisasi, pemerintah dan swasta kini telah bersinergi untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang mencakup berbagai lapisan masyarakat.

Semua hal ini dapat terjadi berkat ekosistem inovatif Italia, yang dipelopori semua pihak, mulai UMKM, perusahaan swasta, pihak keuangan dan perbankan, universitas, lembaga penelitian, hingga komunitas masyarakat, sehingga tercipta jaringan yang terintegrasi untuk melakukan inovasi dan transfer teknologi, dengan edukasi, pelatihan teknis, serta dukungan keuangan merupakan bagian dari solusi untuk permasalahan yang sama.

Digitalisasi telah menjadi realitas baru di sekitar kita dan juga membuka kesempatan kerja sama antarnegara. Dalam konteks kawasan Asia Tenggara, upaya mendorong ekonomi digital dapat menjadi bagian kerja sama antara Italia dan ASEAN yang saat ini sedang dalam proses untuk bersinergi kembali.

Semenjak dinominasikannya Italia sebagai mitra pembangunan ASEAN pada September 2020, perjalanan menuju kerja sama yang lebih terstruktur dan lebih luas di antara dua pihak dapat dilakukan, dengan cara berbagi pengetahuan dan memperdalam pemahaman satu sama lain.

Dalam konteks digitalisasi dan ekonomi digital, Italia tidak hanya dapat menjadi rujukan untuk pasar dan permintaan konsumen di ASEAN, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung pembangunan dan daya saing negara-negara di ASEAN, yang siap menerapkan rantai nilai lokal, yang didasarkan atas penelitian dan pengembangan, pengetahuan inovatif, dan modal intelektual.

 

Garis depan

Indonesia, sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, tentu berada di garis depan dalam proses ini. Di saat pemerintah Indonesia sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur digital untuk menghadapi kebiasaan baru masyarakat digital dan menangkap peluang dari ekonomi digital, Italia dapat turut membantu dan menjadi mitra bagi Indonesia.

Pengalaman Italia dalam menyelaraskan potensi ekonomi UMKM dengan teknologi inovasi menjadi sangat relevan dan penting bagi Indonesia. Begitu pula sebaliknya, Italia sendiri dapat memperoleh banyak manfaat dari kemitraan ini, dan berbagai pelajaran yang dapat dipetik dari Indonesia.

Sinergi yang sangat potensial untuk dilakukan ialah dari segi pendidikan dan literasi digital agar masyarakat Italia dan Indonesia dapat mengelola transformasi digital yang sedang berlangsung serta mampu mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. Sekaligus, itu menjadikannya kesempatan nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih erat ke depannya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya