Headline
Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.
Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.
F-35 dan F-16 menjatuhkan sekitar 85 ribu ton bom di Palestina.
TIDAK seperti olahraga bela diri dari Asia lainnya, pencak silat, olahraga bela diri asli Indonesia, masih mencari pengakuan internasional. Meski sudah berkembang di sejumlah negara, faktanya pencak silat baru dipertandingkan pada multiajang sekelas SEA Games.
Baru pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 mendatang, olahraga yang lahir dari budaya Indonesia itu mengawali debutnya. Sebagai bagian dari budaya Indonesia, pencak silat memang punya sejarah panjang, bahkan punya kaitan sejarah dengan perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Sayangnya, sebagai bagian dari olahraga bela diri, pencak silat masih tertinggal dari olahraga sejenis seperti karate atau taekwondo. Itulah yang ingin diubah pemerintah Indonesia. Setelah resmi masuk Asian Games, pencak silat kini mencoba untuk bisa masuk Olimpiade, serta bagian kebudaayaan tak berwujud yang diakui UNESCO. “Pencak silat punya semuanya, olahraga, seni, juga bagian dari spiritual. Inilah yang membuat pencak silat unik dan spesial ketimbang bela diri lainnya,” kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Erizal Chaniago.
Pencak silat pada dasarnya merupakan payung besar dari sekitar 800 bentuk bela diri tradisional asal Indonesia. Keterikatan mereka terletak pada gerakan yang seperti menari dan mengalir yang fokus pada pertahanan diri, bukan untuk menyerang. Beberapa gerakan juga menampilkan pertarungan dan saling kunci.
Film laga The Raid dan sekuelnya menjadi salah satu contoh nyata demonstrasi gerakan pencak silat yang dipromosikan melalui layar lebar. Gerakan-gerakan pencak silat di film itu diperagakan aktor Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Dengan masuknya pencak silat ke Asian Games, juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto pun berharap pencak silat bisa segera masuk Olimpiade dan diakui UNESCO. Pemerintah bahkan telah menjadikan pencak silat sebagai bagian dari diplomasi, yakni diplomasi budaya. (Gnr/R-3)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved