Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Karate Cari Poin untuk Masuk Olimpiade

Budi Ernanto
23/11/2018 19:20
Karate Cari Poin untuk Masuk Olimpiade
(DOK Lemhannas)

DEMI bisa menurunkan wakil di Olimpiade 2020 yang berlangsung di Jepang, 2020, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) akan mengirimkan atlet ke 11 kejuaraan internasional pada tahun depan. Kompetisi antara lain meliputi kejuaraan dunia, premier league, dan seri.

Sekjen Forki Lumban Sianipar menjelaskan 11 kejuaraan tersebut harus diikuti agar karateka Indonesia mendapat poin yang cukup untuk terbang ke Jepang. “Syaratnya untuk bisa bertanding di olimpiade ialah mereka yang masuk urutan 10 besar dunia. Kita masih punya cukup waktu hingga batas akhir kualifikasi pada April 2020,” kata Lumban di Jakarta, Jumat (23/11).

Lumban menambahkan ada dua atlet yang berpeluang bertanding di olimpiade, yakni Coki Istri Agung Sanistya Rani dan Rifki Ardiansyah Arrosyiid. Coki kini sudah rangking delapan dunia dan Rifki berada di urutan 200 besar.

“Rifki setelah sempat jadi juara dunia peringkat 128. Kami harapkan hasil dari kejuaraan di Spanyol baru-baru ini bisa membuat dia rangking 70. Kami berharap ada dua lagi atlet Indonesia yang bisa juga masuk olimpiade,” kata Lumban.

Selain olimpiade, Lumban mengatakan pihaknya kini juga akan bersiap menggelar seleksi untuk mendapatkan atlet yang bakal diterjunkan ke SEA Games 2019. Ajang dua tahunan itu bakal digelar pada Desember tahun depan di Filipina.

Seleksi akan dilakukan melalui kejuaraan antarmaster yang dihelat Januari 2019. Setiap juara dari berbagai kompetisi di dalam negeri akan diadu dan mereka yang terbaik akan diikutkan program pemusatan latihan nasional di kawasan Ciloto, Jawa Barat.

Di akhir tahun ini juga ada pemantauan melalui Kejuaraan Shitoryu Asia-Pasifik Karate-Do Federation Championship 2018 yang digelar di Jakarta. Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (24/11). Di kejuaraan yang diikuti 19 negara itu, Lumban berharap ada juara yang berasal dari Indonesia.

Ketua Umum Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka), Iwan Setiawan menyatakan, sebagai tuan rumah, Indonesia membidik gelar juara umum. Peluangnya cukup besar karena Jepang tidak menurunkan tim utama mereka.

Indonesia sendiri pada hari pertama sudah meraih dua medali emas di nomor bergengsi, yaitu kata beregu putra dan kata beregu putri. Kata Beregu Putra diperkuat Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat, dan Chogun Miyagi. Di partai final mereka menang 5-0 atas Srilanka.

Adapun di nomor kata beregu putri yang terdiri dari Navita Azzahra, Marzella Sekar Damayanti, dan Cintya Auraria, mendapat medali emas setelah menang 4-1 dari tim asal Hong Kong. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya