Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tim Uber Fokus Curi Poin Satu Per Satu

Nurul Fadillah
03/5/2018 20:29
Tim Uber Fokus Curi Poin Satu Per Satu
(MI/ADAM DWI )

LAWAN berat telah menanti tim bulu tangkis Indonesia di Piala Uber dan Thomas 2018. Di Piala Uber, Indonesia satu grup dengan juara bertahan Tiongkok, Malaysia dan Prancis, sementara di tim putra, Korea Selatan, Kanada, dan Thailand akan menjadi lawan Merah Putih di Piala Thomas.

Melihat drawing tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis, Susy Susanti mengatakan, peluang untuk melaju ke putaran final cukup terbuka di Piala Thomas, tetapi tidak di Piala Uber. Karena itu, Susy menekankan tim untuk fokus mencuri poin satu per satu terlebih dahulu.

"Peluang itu tetap terbuka selama pertandingan belum selesai, semua tim punya kekuatan yang sama. Peluang putra lebih terbuka kalau dilihat dari head to head individual, tim putri memang lebih berat tetapi peluang itu tetap ada, sekarang kita fokus target lolos grup dulu saja deh, kita maunya pasti juara, tetapi harus lihat lawan juga," ujar Susy saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (5/3).

Susy menambahkan, untuk tim uber, lawan terberat masih Tiongkok yang menyandang status juara bertahan. Adapun kekuatan tim putri Indonesia melawan Malaysia terbilang seimbang.

"Kalau kita lihat lawan Prancis memang bisa lebih percaya diri karena peluang lebih besar, kalau lawan Malaysia itu harus lebih siap karena kan seimbang kekuatannya sehingga akan lebih ramai, semoga saja atlet di sana bisa benar-benar maksimal," lanjut Susy.

PBSI menyiapkan 10 atlet yang akan memperkuat tim Uber Indonesia. DI sektor putri, Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, dan Dinar Dyah Ayustina menjadi andalan.

Di sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia PRadipta, dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Nitya Krishinda Maheswari. Menurut Susy, ketentuan pemain yang diturunkan di lapangan nanti akan dilihat dari berbagai faktor.

"Kita lihat head to head dengan lawan kita di sana seperti apa. Ini akan masuk perang strategi, contohnya nanti seumpamanya bisa ambil tiga poin siapa yang harus kita angkat memungkinkan aja sehingga memang harus atur strategi," jelas Susy.

Sementara itu, terkait tunggal putri, Susy mengungkapkan, telah memilih atlet yang sesuai dengan kebutuhan tim. Tidak hanya prestasi perorangan, tetapi juga pengalaman bertanding dan berbagai hal teknis lainnya menjadi bahan pertimbangan.

"Kita memilih atlet berdasarkan sikap atlet, mampu bekerja sama atau tidak dengan pemain lain, pengalaman di lapangan, kemudian bisa mendukung pemain lain atau tidak, selain memang pemantauan performa dalam beberapa turnamen terakhir dan juga prestasi mereka karena memang hal-hal non teknis seperti itu juga dibutuhkan. Menjelang Thomas atau pun Uber nanti kita juga akan terus melatih kekompakan mereka agar menjadi tim yang lebih solid lagi saat pertandingan nanti," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya