Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam kurun 107 hari menjelang Asian Games 2018, antusias penyelenggaraan di Jakarta tak begitu terasa. Padahal, Jakarta menjadi lokasi utama penyelenggaraan multiajang terbesar se-Asia tersebut mengingat jumlah cabor yang lebih banyak dipertandingkan dibandingkan Palembang, Sumatera Selatan yang juga menjadi lokasi pertandingan.
Namun, gaung Asian Games seolah tertutup oleh isu-isu politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2018 yang berlangsung Juni mendatang. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian pun meminta Panitia Penyelenggara Asian Games untuk lebih mendemamkan Asian Games 2018 di masyarakat.
Bahkan, pihak Kepolisian dan juga TNI lebih antusias dalam mempromosikan Asian Games dibandingkan panitia penyelenggara.
"Itu yang disinggung Pak Presiden Joko Widodo saat pertemuan terakhir di Istana Bogor, Asian Games itu tidak terdengar gaungnya. Waktu saya ke Jepang dua bulan lalu, demam Olimpiade 2020 sudah terasa sekali di mana-mana, di hotel di jalan-jalan ada banner Olimpiade, di transportasu umum, padahal mereka baru 2020, semnetara ini kita sudah tinggal tiga bulan lagi Asian Games tapi ko rasanya tenang-tenang saja," ujar Tito.
"Kalau di Palembang begitu turun di Bandara sudah ada logo Asian Games dimana-mana dan saya rasa masyarakat di Palembang juga sudah tahu Asian Games dan mereka menantikannya, tetapi kalau di daerah lain, seperti di Jakarta diam-diam saja," tandasnya.
Tito menambahkan, ditengah memanasnya isu politik, Asian Games sejatinya bisa menjadi penyejuk dan pemersatu bangsa. Karena itu, sebaiknya promosi bisa lebih digencarkan agar tak kalah dari isu-isu politik.
"Suatu masyarakat bisa bersatu kala menghadapi masalah internal dan ASian Games itu bisa menjadi momentum pemersatu masyarakat yang tengah terpolarisasi. Kita bicara soal kebanggaan bangsa kalau bisa rebut jaura dan jadi pertarungan bagi Indonesia jelas menjadi kebanggaan, ini menjadi cooling system agar masyarakat tidak dicekoki terus dengan isu-isu politik, daripada bertarung memperebutkan kekuasaan kan lebih baik bertarung demi medali," tandasnya.
Untuk mempromosikan Asian Games, justru Polri dan TNI yang bergerak cepat. Mereka mulai memasang-masang banner bertuliskan "Polri dan TNI Mengamankan Asian Games 2018" yang tersebar di setiap kantor kepolsian dan markas-markas TNI.
"Kita juga membuat video yang isinya 70% itu kegiatan Asian Games sementara 30% kegiatan kita yang intinya bahwa Polti dan TNI itu mengamankan Asian Games dan bahkan video-videonya sudah kami sebar di bioskop-bioskop," tambah Tito.
Sementara itu, terkait promosi, Ketua Inasgoc, Erick Thohir menjelaskan, promosi Asian Games akan kembali digencarkan pada Perayaan 100 Hari menjelang Asian Games pada 10 Mei di Jakarta dan Palembang. Selain itu, tiga hari setelahnya akan ada parade Asian Games.
"29 Juni kami akan luncurkan desain medali yang sudah jadi dan akan ada lagu baru yang dimunculkan, karena untuk Asian Games Inasgoc telah mempersiapkan sebanyak 13 lagu. Lalu 1 Juli akan ada Fun Run Asian Games 2018 yang seluruh biayanya ditanggung oleh Dewan Olimpiade ASia (OCA) karena merupakan rangkaian acara fun run dari OCA setelah muter ke seluruh negara," jelas Erick.
"Dan terakhir sebelum pembukaan, akan ada Pawai Obor pada 15 Juli-18 Agustus yang akan memutari 53 kota dengan jangkauan hampir 18ribu kilometer di kota-kota pariwisata dan bersejarah di Indonesia," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved