HUJAN deras selama 5 jam yang terjadi Selasa (24/11) malam mengakibatkan sejumlah wilayah di Sumatra Utara, termasuk Kota Medan, dilanda banjir. Bahkan, di Langkat, Binjai, dan Kota Tebing Tinggi, air sudah memasuki ratusan rumah warga. Hingga kemarin warga masih sibuk menguras air dari rumah mereka sambil menyelamatkan seluruh barang yang berharga. Di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, ratusan rumah warga pun tak luput terendam banjir. Hal itu diperparah dengan meluapnya aliran Sungai Babura dan Sungai Deli yang membelah Kota Medan. Banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu. Seperti di kampus Universitas Sumatra Utara Padang Bulan dan SMP Negeri 10 di kompleks Pamen Padang Bulan, seluruh aktivitas perkuliahan dan belajar mengajar dibatalkan akibat banjir. "Perkulihan hari ini ditiadakan. Banjir sudah menyebar ke mana-mana," kata David, mahasiswa Fakultas Kedokteran USU, kemarin.
Jembatan putus Hujan deras menyebabkan tanggul jembatan Kali Sogra di Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, terancam jebol. Saat ini tanggul tersebut kritis setelah arus deras sungai langsung menggerus tanggul. Bila tidak segera diperbaiki, jalan penghubung antara Banyumas dan Purbalingga melalui jembatan Kali Sogra akan terputus. Sutrisno, 46, warga Drsa Karangsoka, Kecamatan Kembaran, mengungkapkan pembangunan tanggul jembatan tersebut baru rampung sekitar sebulan lalu dan sekarang sudah nyaris putus. Jembatan nyaris putus juga terjadi di Kampung Cikubang, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Penyebabnya ialah wilayah itu diguyur hujan deras pada Selasa (24/11) malam. Akses jembatan itu cukup vital bagi warga karena bisa memangkas waktu perjalanan dari Kecamatan Cikalongwetan menuju Kecamatan Cisarua dan sebaliknya. Selain itu, ada dua rumah warga yang dibangun di atasnya nyaris ambrol. Amar, 60, warga setempat, menuturkan tanda-tanda akan terjadinya longsor terlihat sejak beberapa hari. "Sebelumnya memang sudah ada retakan, terus-terusan diguyur hujan akhirnya longsor pun terjadi saat ada mobil colt melewati jembatan itu, "ungkap Amar.
Mobil colt sempat terperosok ke dalam selokan sedalam 5 meter hingga bagian depan mobil menabrak pohon nangka di samping jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meski jembatan masih bisa dilalui, pihak kepolisian setempat telah memasang tanda peringatan agar para pengendara mewaspadainya. Di Tasikmalaya, hujan deras yang mengguyur wilayah itu mengakibatkan puluhan rumah di Perum Yapapin, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, terendam banjir setinggi 1 meter. Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kampung Papayan RT 02 Desa Karangmukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.