Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bandara Tingkatkan Status Keamanan

(OL/WJ/DY/N-3)
26/11/2015 00:00
Bandara Tingkatkan Status Keamanan
(FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
KEPALA Badan Intelijen Negara Sutiyoso menyatakan ada 100 orang lebih warga Indonesia yang kembali ke Tanah Air setelah ikut bergabung ke Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Kemarin, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan Nasir Usman meminta keamanan dan kewaspadaan di bandara ditingkatkan. Informasi itu membuat sejumlah bandara memperketat pengamanan. Pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali, misalnya, menetapkan wilayahnya dalam status waspada. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memperketat pengamanan. Keputusan status waspada itu diambil setelah Kemenhub mempertimbangkan saran dari BIN," papar General Manager of PT Angkasa Pura Ngurah Rai, Trikora Harjo, di Denpasar, kemarin.

Peningkatan status keamanan itu diwujudkan dalam bentuk penyiapan tambahan peralatan dan personel keamanan yang berjaga di dalam dan di sekitar area bandara, baik di terminal domestik maupun internasional. Angkasa Pura menambah peralatan sinar X, pintu detektor, body scanning, detektor logam, serta penambahan CCTV di sejumlah titik rawan. Petugas juga dilengkapi sistem deteksi bahan peledak dan pengerahan anjing pelacak. Penjagaan melibatkan TNI, Polri, serta pecalang. Otoritas Bandara Adi Sumarmo, Surakarta, Jawa Tengah, juga mengantisipasi ancaman teroris. PT Angkasa Pura I menggandeng Polres Boyolali untuk melakukan pengawasan menyeluruh.

"Kami mendapatkan back-up langsung dari Lanud TNI Adi Sumarmo selaku pemilik bandara, dan juga bantuan pengamanan dari Polri. Kami meningkatkan penjagaan keamanan dan pemeriksaan penumpang di lingkungan bandara," terang Asisten Manajer Pelayanan Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sumarmo, Rini Sri Rahayu. Petugas meningkatkan keamanan mulai pemeriksaan semua penumpang berikut bawaannya dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyelundupan di bandara yang masuk kategori teror. "Jaket, topi, ikat pinggang, dan jam tangan serta benda berunsur logam ikut diperiksa. Ini antisipasi teror bom penerbangan," tandasnya.

Di Banjarmasin, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Kalimantan Selatan, Hermansyah Manaf, mengaku pemerintah dan warga mewaspadai berkembangnya paham ISIS di wilayah ini. "Aparat terus memantau penyebaran paham ISIS, termasuk indikasi terorisme di Kalsel. Daerah ini sangat rawan menjadi tempat persembunyian dan penggalangan dana kelompok teroris." Penyebaran paham ISIS berpotensi masuk lewat pesantren-pesantren dan penyebaran majalah. Kota Martapura, Kabupaten Banjar, dikabarkan menjadi daerah yang paling diincar untuk penyebaran paham ISIS.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya