Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Tidak Ada Kelangkaan, Stok Elpiji dan BBM di Sleman Aman Jelang Idulfitri 1447 H

Agus Utantoro
06/3/2026 13:45
Tidak Ada Kelangkaan, Stok Elpiji dan BBM di Sleman Aman Jelang Idulfitri 1447 H
Ilustrasi(MI/Agus Utantoro)

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H. 

Melalui pemantauan langsung di agen dan pangkalan elpiji, pemerintah memastikan stok elpiji 3 kilogram berada dalam kondisi aman dengan distribusi yang terjaga kelancarannya. 

Pemantauan yang dilakukan di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur pada Kamis (5/3) ini, sebagai upaya pemerintah memastikan stok elpiji bersubsidi tersedia bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, bahwa alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung. 

Namun sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap. 

"Pengajuan penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat pada bulan Ramadan hingga lebaran," kata Sekda.

Pemkab Sleman, tegasnya ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Oleh karena itu, jelasnya Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina, untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional. 

Ia berharap dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik dan tidak ada kelangkaan. 

Harga sesuai HET

Terkait harga, Susmiarto menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman. 

Selain ketersediaan stok, aspek perlindungan konsumen juga menjadi prioritas melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal. 

"Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram,” jelasnya. 

Masyarakat, katanya tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat. 

Pemantauan BBM

Selain elpiji, pemantauan juga menyasar kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga aktif melakukan uji tera pada alat pengisian bahan bakar guna menjamin keadilan bagi konsumen. 

Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.

"Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idulfitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Jika ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, segera laporkan melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera kami tindak lanjuti," ujarnya. (AU/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya